Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pedagang Pasar Ngadiluwih Kediri Keluhkan Pendapatan Turun, Imbas Banyak Yang Buka Lapak di Luar Relokasi

Redaksi Radar Kediri • Selasa, 4 Februari 2025 | 20:27 WIB

PENDAPATAN MENURUN: Pedagang Pasar Ngadiluwih saat bertransaksi di tempat baru.
PENDAPATAN MENURUN: Pedagang Pasar Ngadiluwih saat bertransaksi di tempat baru.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pedagang Pasar Ngadiluwih yang direlokasi sekitar satu tahun ini mengeluh pendapatannya mulai menurun. Penurunan pemasukan itu terjadi sejak dua bulan terakhir. 

Seperti pengakuan para penjual makanan dan minuman. Dulu saat masih di pasar lama, pemasukan sehari bisa lebih dari Rp 100 ribu. Sekarang, pendapatannya terus merosot hingga di bawah Rp 50 ribu. “Sekarang sudah tidak pernah lagi sampai Rp 100 ribu,” aku salah satu penjual mamin yang kini hanya bisa meraup uang rata-rata Rp 30 ribu per hari.  

Setelah adanya relokasi, para pedagang dikelompokkan berdasarkan jenis jualannya. Di bagian Utara khusus untuk penjual baju. Lalu penjual perancangan, penjual sayuran, hingga bagian Selatan adalah penjual makanan. 

Baca Juga: Disdag Kabupaten Kediri Kebut Lelang Fisik Pasar Ngadiluwih

Hal lain yang meresahkan adalah keberadaan penjual di depan Pasar Ngadiluwih. Para penjual tersebut hampir menjual beberapa jenis barang. Seperti telur ayam, makanan, perancangan, hingga buah-buahan.

Masalah tersebut sempat disampaikan kepada pengelola Pasar Ngadiluwih. Namun penindakan tersebut dipatuhi hanya satu sampai dua hari saja. Setelahnya mereka nekat kembali berjualan lagi.

Para pedagang di tempat relokasi sempat mengusulkan saat musyawarah dengan pengelola pasar dan pedagang. waktu itu, muncul saran agar penjual di depan relokasi tetap bisa berjualan asal jaraknya 200 meter dari lokasi pasar. 

Baca Juga: Lelang Pembongkaran Pasar Ngadiluwih Ditarget November, Disdag Siapkan Proyek Pembangunan Satu Tahap

Sementara itu, pemilik kios perancangan menyebutkan bahwa lokasinya saat ini sudah cukup bagus. Meskipun penjualan yang dilakukan masih belum mampu melebihi di tempat sebelumnya. 

“Dulu per hari bisa terjual 60-70 kilogram (kg) bawang merah atau cabai. Sekarang maksimal di angka 50 kg. Harganya sudah tidak bisa naik lagi,” ungkap Umi.

Baca Juga: Sebanyak 435 Pedagang Serbu Pengundian Lapak di Pasar Ngadiluwih Kediri

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, penentuan lokasi berjualan tersebut dilakukan dengan menggunakan nomor undian.

Untuk luas lokasi yang digunakan pun juga berbeda tergantung jenis yang dijual. Pedagang makanan seluas 2,5 meter persegi. Dan penjual sayur 1,5 meter persegi.

Ketentuan tersebut sudah ditetapkan dari pihak pemerintah. Sehingga pedagang harus menempati sesuai dengan yang telah disediakan. Tidak bisa menambah maupun mengurangi.

“Ini terbatas sekali tempatnya. Untuk menyimpan barang jualan saja kadang tidak cukup. Saya sering membawanya pulang,” ungkap Umi yang kini menginjak usia 45 tahun tersebut.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#buka lapak #kabupaten kediri #Padagang #relokasi #pasar ngadiluwih