KEDIRI, JP Radar Kediri– Permintaan sayur lobak naik di momen perayaan Tahun Baru Imlek. Bahkan di Pasar Setonobetek, sayur yang biasa dipakai untuk memasak capcai ini ludes.
Menghilangnya sayur lobak di Pasar Setonobetek diperkirakan karena tingginya permintaan saat Imlek. Dina, 30, pedagang sayuran asal Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto mengatakan, permintaan sayur lobak itu mengalami lonjakan seminggu sebelum perayaan Imlek.
Baca Juga: Harga Minyakkita di Kediri Tembus sampai Rp 19 Ribu per Liter
“Kalau normal, setiap hari penjualan hanya 3 kilogram (kg). Dalam satu minggu terakhir permintaan naik dua kali lipat. Bahkan bisa lebih,” terang Dina.
Dia mengakui jika sayuran tersebut umumnya dimanfaatkan sebagai bahan masakan khas Imlek. Sehingga tak heran jika menjadi incaran banyak orang saat ini.
Meskipun permintaan naik, harganya tetap stabil. Tak ada kenaikan harga. “Harga tetap normal Rp 18 ribu per kg,” imbuhnya.
Baca Juga: Kenapa Jumlah Kunjungan Bendung Gerak Waru Turi Kediri Menurun? Ternyata Ini Pemicunya
Selain lobak, permintaan cabai merah besar juga mengalami peningkatan selama 2 minggu terakhir. Per harinya dia bisa menjual 15 kg.
“Kalau cabai, permintaan meningkat tapi harganya juga meningkat. Normalnya di harga Rp 64 ribu per kg. Sekarang menjadi Rp 76 ribu per kg,” paparnya.
Pedagang lain, Dewi, 43 juga merasakan dampak meningkatnya permintaan tersebut. Menurutnya, pembeli yang datang tidak hanya dari warga keturunan Tionghoa tetapi juga masyarakat umum yang turut merayakan momen tersebut.
Baca Juga: Awas Ancaman Pengangguran karena PHK, Begini Upaya Pemkot Kediri Menghadapinya
Lobak dan cabai ini akan dijadikan campuran olahan makanan. Dimana makanan yang dimakan selama tahun baru Tionghoa. Karena memiliki makna yang melambangkan hal-hal keberuntungan, kemakmuran, umur panjang, dan kebahagiaan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian