Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Minyakkita di Kediri Tembus sampai Rp 19 Ribu per Liter

Emilia Susanti • Selasa, 28 Januari 2025 | 21:54 WIB

 

LAMPAUI HET: Pedagang kelontong di Pasar Setonobetek sedang menimbang Minyakita di lapak miliknya. Saat ini minyak goreng sudah melampaui harga eceran tertinggi, untuk merek Minyakita sudah tembus
LAMPAUI HET: Pedagang kelontong di Pasar Setonobetek sedang menimbang Minyakita di lapak miliknya. Saat ini minyak goreng sudah melampaui harga eceran tertinggi, untuk merek Minyakita sudah tembus

KEDIRI, JP Radar Kediri– Harga minyak goreng (migor) di wilayah Kota Kediri ikut jejak elpiji 3 kilogram. Di pedagang eceran, harga minyak goreng sudah tembus Rp 19 ribu per liter. Lebih tinggi dari HET yang dipatok sebesar Rp 15,7 ribu.

Tingginya harga minyak goreng itu diungkapkan Ali, pedagang di Pasar Setonobetek, Kota Kediri.

Dia terpaksa menjual minyak goreng di atas HET karena harga yang diterima sudah tinggi dari distributor.

Dia membeli minyakita per karton sebesar Rp 198 ribu. Isinya 12 liter. Jika dirinci lagi, harga setiap satu liter Minyakita sudah Rp 16,5 ribu.

Sudah melampaui HET. Sedangkan minyak kemasan botol harganya beda lagi.

“Per kartonnya Rp 204 ribu,” lanjutnya.

Alasan itulah yang membuatnya harus menjual Minyakita di atas HET karena tidak ingin merugi.

Sebagai pedagang, dia tetap mencari untung dengan menjualnya dengan harga Rp 19 ribu.

Bagaimana dengan stok? Saat ini, dia mengaku tidak mudah mendapatkan pasokan Minyakita.

“Di toko grosir sekarang sudah banyak kosong. Saya ini cari ke Pare,” akunya sembari menunjuk Minyakita kemasan 5 liter.

Menurutnya, pedagang sepertinya tidak bisa memasok langsung dari distributor. Hanya pedagang grosir besar saja bisa memasok minyakita.

“Nggak ada program untuk pasar (pedagang di pasar, red),” akunya.

Sementara itu, harga minyak dengan merek lain juga ikut melonjak. Saat ini, ada migor yang dijual Rp 225 ribu per karton, atau Rp18,75 per liter.

Lalu ada pula merek lain yang dibanderol Rp 215 ribu per karton atau Rp 17,9 ribu per liter.

Namun demikian, masyarakat tetap mencari Minyakita lantaran harganya yang miring.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M Ridwan membenarkan harga migor di pasaran saat ini berada di atas HET.

Meski begitu, harga migor kemasan terbilang stabil. Berbeda dengan curah yang tidak ada patokan harganya.

“Relatif sulit dikendalikan,” jelasnya.

Namun demikian, dia menekankan bahwa pasokan migor di Kota Tahu terbilang aman.

Sejauh ini tidak terjadi kelangkaan di masyarakat. Hanya saja, dia berpendapat ada faktor-faktor yang memengaruhi harga dari migor.

Salah satunya datang dari masalah distribusi. Pasalnya, ada beberapa daerah yang tengah mengalami bencana alam.

“Itu membuat distribusi terganggu,” tandasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Tembus #elpiji #het #MinyaKita #jawapos #minyak goreng #tinggi