KEDIRI, JP Radar Kediri- Pelaku UMKM Kediri mulai merasa seret. Pendapatan mereka terus menurun setelah terjadi kenaikan harga elpiji diikuti dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Harga sembako yang ikut terkerek adalah minyak goreng, cabai, tepung terigu, hingga sayuran seperti wortel dan tomat. Tingginya harga bahan baku itu telah memengaruhi penjualan makanan di Kediri Raya.
Seperti yang diutarakan Hendri Istikomah, pemilik warung makan di Jalan Raya Kras Kediri. Perempuan berusia 49 tahun itu telah menaikkan harga menu makanan di warungnya. Jika sebelumnya, satu porsi nasi, sayur, dan sambal Rp 10.000, sekarang menjadi Rp 12.000.
“Mau bagaimana lagi? Daripada mengurangi takaran mending naikin harga sedikit,” tegasnya.
Baca Juga: Awas Ancaman Pengangguran karena PHK, Begini Upaya Pemkot Kediri Menghadapinya
Hendri mengaku harus menaikkan harga jualan agar tidak merugi. “Ini saja untungnya tipis. Yang penting tidak rugi saja,” imbuhnya.
Dengan kenaikan harga tersebut, penjual makanan yang telah berjualan selama kurang lebih 5 tahun ini mengaku pendapatannya menurun.
Biasanya meraup cuan Rp 50.000 sampai Rp 70.000. Sekarang hanya Rp 35.000 sampai Rp 40.000 per hari.
Dia mengaku Pembeli semakin sedikit. Terlebih banyak yang lebih memilih untuk memasak makanan sendiri agar lebih hemat dan banyak.
Hendri berharap, harga bahan baku ini segera stabil. Karena komoditas pasar yang naik ini merupakan bahan baku utama. “Semua ini saya gunakan setiap hari. Tidak ada yang bisa mengganti,” pungkasnya.
Baca Juga: Disdag dan Satpol PP Kabupaten Kediri Angkut Barang Pedagang yang Membandel di Pasar Wates
Hal senada juga diutarakan Aji, 55, penjual gorengan di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren. Dia bingung semua harga naik. Sehingga kesulitan menentukan harga jual gorengannya.
Jika harga gorengan ikut naik, dia khawatir tidak laku. Akibatnya pedagang semakin merugi. Dia menambahkan, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak awal tahun.
Kurangnya pasokan dan cuaca buruk menyebabkan harga bahan baku berangsur-angsur mengalami kenaikan.
Kenaikan harga yang cukup signifikan ini berdampak pada turunnya omset penjualan. “Biasanya Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu per harinya. Kini hanya Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu per hari,” ungkap Aji, warga asli Kelurahan Bangsal.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.