KEDIRI, JP Radar Kediri– Musim tanam telah tiba. Petani di Kota Kediri mulai menggarap lahan pertaniannya. Kebutuhan utama petani selama masuk musim tanam adalah pupuk. Karena itu pendistribusian pupuk subsidi ke petani-petani sangatlah penting.
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, pendistribusian pupuk subsidi di Kota Kediri sudah dilakukan sejak 2 Januari lalu. Untuk alokasinya masih sama dengan tahun lalu.
Meski penyaluran sudah dilaksanakan awal Januari, distribusi pupuk pun agaknya dilakukan secara bertahap. Hal itu diungkapkan Medik Jinaryo, petani asal Kelurahan Ngampel, Mojoroto.
Menurut petani 31 tahun itu, pupuk dari pemerintah yang diterima petani pada 2 Januari lalu ada di Kecamatan Pesantren. Sedangkan petani di kecamatan lainnya baru menerima pupuk minggu lalu.
“Minggu kemarin sudah ada pupuk subsidi untuk kelompok 1 sebanyak 8-9 ton. Sedangkan pupuk untuk kelompok 2 baru akan diterima hari ini (Selasa (14/1), Red),” terang Medik.
Baca Juga: Harga Tomat di Kediri Tembus Rp 15 Ribu per Kilogram
Setiap petani nantinya akan memperoleh 2 jenis pupuk subsidi. Yaitu urea dan phonska. Lahan seluas seperempat hektare bisa memperoleh 96 kilogram pupuk jenis urea dan 88 kilogram pupuk jenis phonska.
Harga yang dibanderol juga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Pupuk urea 50 kg dengan harga Rp 112.500. Sedangkan pupuk phonska 50 kg dibanderol Rp 115 ribu.
“Harga sesuai HET. Pupuk subsidi saat ini juga masih bisa mencukupi,” imbuhnya. Mereka berharap pupuk subsidi bisa didistribusikan lebih awal lagi. Mengingat musim penghujan yang tidak menentu dan jadwal penanaman yang maju.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M Ridwan mengatakan wilayah Kota Kediri akan mengalokasikan pupuk subsidi jenis urea dan NPK.
Pupuk jenis urea sejumlah 656 ton. Pupuk jenis NPK dengan jumlah lebih banyak yaitu 1.253 ton. Jumlahnya sama dengan tahun sebelumnya. Penyaluran pupuk ini dilakukan melalui kios yang tersebar di 3 kecamatan. Jumlah kios di Kecamatan Mojoroto lebih banyak yaitu 3. Sedangkan kios di Kecamatan Kota dan Pesantren jumlahnya sama, sebanyak 2.
Jumlah alokasi pupuk ini diharapkan mampu mencukupi kebutuhan dalam satu musim. Nantinya juga akan menggunakan pupuk organik agar lebih mudah diserap oleh tanah.
“Cukup atau tidak untuk satu musim itu relatif. Harapannya cukup. Pupuk organik juga akan digunakan agar dapat diserap dengan baik oleh tanah,” jelas lelaki domisili Pare itu.
Di sisi lain, perlu diketahui juga bahwa persyaratan yang diberlakukan lebih mudah. Petani bisa mendapatkan pupuk subsidi secara pribadi maupun kelompok. Dapat juga diwakilkan. “Persyaratan ini sudah diusulkan sejak awal melalui Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK),” terangnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian