Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penjualan Daging Sapi di Kediri Menurun, Pedagang pun Jadi Manyun

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 12 Januari 2025 | 06:38 WIB

 

NYUNGSEP: Pedagang pasar Gringging menata daging sapi yang penjualannya mulai menurun.
NYUNGSEP: Pedagang pasar Gringging menata daging sapi yang penjualannya mulai menurun.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kediri akhirnya berdampak pada penjualan daging sapi di pasar Gringging di Kecamatan Grogol. Para pedagang manyun karena penjualan daging menjadi merosot. 

Salah satu pedagang yang mengeluhkan kondisi tersebut adalah Bayu Mugiono, 45, warga Desa Cerme, Kecamatan Grogol. Sekarang dia hanya bisa menjual satu kilogram saja dalam sehari. Padahal sebelum ada kasus PMK yang terjadi di Kabupaten Kediri penjualannya bisa mencapai 20 kilogram per hari. 

“Kalau begini tiga hari pasti belum habis,” akunya dengan raut kecewa. Penjualan daging sapi itu sudah mulai merasakan kesulitan menjual daging sapinya sejak ada kasus merebaknya PMK di Kota Kediri. 

Dia menduga, merebaknya penyakit tersebut membuat masyarakat harus mengurangi konsumsi daging. “Mungkin takut (mengonsumsi daging sapi, Red),” jelasnya.

Baca Juga: Tok! BPR Kota Kediri Berubah Jadi Perseroda, Kepemilikan Pemerintah Tidak Lagi 100 Persen 

Sekarang, Bayu sudah tidak berani lagi nyetok banyak daging karena takut tidak laku. Kondisi ini menurutnya tidak biasa, sebab dari harga daging sapi tidak termasuk komoditas yang mengalami kenaikan. Termasuk pada saat momentum Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

“Saat itu, harga hanya sekitar Rp 100 ribu saja,” terangnya yang juga diamini Mudayanah, 69, pedagang daging asal Dusun Sugihan, Cerme, Grogol. 

Mudayanah mengatakan, menurunnya daya beli masyarakat sudah dirasakan sekitar dua minggu. Dia mengatakan, saat kondisi normal dalam sehari bisa habis 30 kg. “Sekarang hanya bisa laku setengahnya, 15 kg saja,” akunya yang menduga penurunan disebabkan karena sapi mengalami sakit-sakitan karena PMK.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih mengatakan, per kemarin harga daging sapi memang sendang rendah.  Dia mengatakan, pada Kamis (9/1) lalu harga sapi per kilogramnya antara Rp 110 ribu sampai Rp 115 ribu. Kemarin harganya sempat turun menjadi Rp 107.500 per kilogramnya.

“Kalau mencermati hasil pantauan hari ini turun,” terangnya.

Menurutnya, hal tersebut karena beberapa penyebab. Dari hasil pantauan, beberapa pedagang punya alasan masing-masing. Ada yang bilang stok banyak. Ada yang mengatakan pembeli turun. Tutik juga tidak menampik ada yang beralasan karena kasus PMK. “Momennya pas bersamaan. Nataru pas ada PMK juga,” terangnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.



Editor : rekian
#pasar gringging #pmk #kecamatan grogol #desa cerme #sapi