Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nataru Kerek Inflasi di Kediri 

Emilia Susanti • Jumat, 3 Januari 2025 | 21:49 WIB

 

PENYUMBANG INFLASI: Pedagang di pasar Setonobetek membungkus cabai rawit.
PENYUMBANG INFLASI: Pedagang di pasar Setonobetek membungkus cabai rawit.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatatkan inflasi Desember 2024 sebesar 0,52 persen secara month to month (mtm). Angka tersebut tertinggi sejak April 2024.

“Secara mtm di atas angka di Jawa Timur dan Nasional,” terang Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono.

Pria yang akrab disapa Emil itu menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat inflasi di Kota Kediri naik. Salah satu faktornya datang dari momen natal dan tahun baru (nataru). 

Ada beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan harga imbas dari meningkatnya permintaan masyarakat. Komoditas yang memiliki andil inflasi berasal dari telur ayam, cabai rawit, cabai merah, terong, minyak goreng, dan beberapa lainnya. 

Baca Juga: Pemkot Kediri Bakal Revisi Perwali PKL, Lakukan Penataan di Setiap Ruas Jalan di Kota Kediri  

Dalam hal ini, telur menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sebesar 0,10 persen. Oleh karena itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Desember. 

Sumbangsihnya mencapai 0,52 persen. Lalu disusul oleh kelompok transportasi dengan sembangsih 0,02 persen. Sebaliknya, penghambat inflasi datang dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. 

Adapun komoditas yang menjadi penyumbangnya adalah emas perhiasan, pepaya, dan alpukat. “Selama setahun emas mengalami kenaikan sebanyak tujuh kali, lalu pada Desember mengalami deflasi sebesar -01,67 persen dengan andil -0,02 persen,” sambung Emil.

Selanjutnya, bapak tiga anak itu menjelaskan ada beberapa kondisi ekonomi lainnya yang terjadi selama Desember 2024. Adalah adanya penurunan tarif angkutan udara selama nataru. Tepatnya yang diberlakukan pada 19 Desember 2024 – 3 Januari 2025.

Di sisi lain, Pertamina juga menaikkan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Yaitu Dexlite, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex. Lebih lanjut, ada pula kenaikan harga minyak goreng yang tidak lepas dari pengaruh global.

“Ada kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional sebesar 11,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.

Terakhir, Emil menerangkan langkah-langkah yang bisa dilakukan agar inflasi di Kota Kediri tetap terkendali di Januari 2025. Saran pertamanya adalah memastikan distribusi berjalan lancar.

“Syukur-syukur ada cold storage untuk bahan-bahan yang mudah busuk. Sehingga harganya tetap bisa dikendalikan,” katanya.

Kemudian, dia juga mengharapkan ada edukasi terkait bahan pengganti untuk komoditas bahan pangan segar. Bahan pengganti ini sendiri adalah bahan pangan segar yang sudah diolah sedemikian rupa menjadi bahan yang tahan lama. Emil mencontohkannya dengan komoditas cabai.

“Bisa kerjasama dengan daerah yang merupakan produsen (cabai, red) ketika stoknya melimpah,” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : rekian
#cabai rawit #pertamina #bbm #bps #inflasi