Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkot Kediri Bakal Revisi Perwali PKL, Lakukan Penataan di Setiap Ruas Jalan di Kota Kediri  

Ayu Ismawati • Jumat, 3 Januari 2025 | 20:49 WIB
MENGGANGGU: Seorang pedagang kaki lima buka lapak sebelum waktunya saat malam hari di depan toko Jalan Dhoho.
MENGGANGGU: Seorang pedagang kaki lima buka lapak sebelum waktunya saat malam hari di depan toko Jalan Dhoho.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Kota Kediri tampak serius menata pedagang kaki lima (PKL). Salah satunya membuat opsi revisi terhadap Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 Tahun 2015. Rencana revisi terhadap perwali tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima itu menyusul kondisi di beberapa ruas jalan yang kondisinya berbeda.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengatakan, salah satu faktor pendorong perlunya ada revisi itu karena karakteristik setiap jalan di kota memiliki karakter berbeda. “Seperti Jalan Dhoho yang karakteristiknya berbeda dengan Jalan Brawijaya. Di Jalan Brawijaya, banyak yang habis maghrib sudah tutup karena perkantoran,” ujarnya.

Dengan begitu, menurutnya revisi perwali penataan PKL tahun ini dirasa mendesak. Sebab, selain Jalan Dhoho dan Jalan Brawijaya dan beberapa ruas jalan lain juga perlu dilakukan penataan terhadap PKL.

“Penataannya bukan hanya di dua ruas jalan. Tapi di beberapa ruas jalan lainnya juga butuh perhatian,” tandasnya.

Baca Juga: Harga Rawit di Kediri Raya Melambung Tinggi, Migor Kena Isu Kenaikan PPN 12 Persen

Pemkot Kediri juga berencana membuat kantong-kantong kuliner di beberapa titik. Salah satunya sebagai opsi untuk menampung PKL setelah diterapkan penataan di ruas-ruas jalan tertentu.

“Di kantong kuliner itu kami siapkan fasilitasnya,” bebernya sembari menyebut beberapa kantong kuliner yang disiapkan meliputi taman-taman kota hingga beberapa pasar tradisional yang sudah dilakukan penataan.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Lutfi mengatakan, pihaknya mempersilakan PKL untuk berjualan di pasar. Menurutnya, pasar-pasar di bawah naungan perumda sudah diperbaiki dan nyaman untuk ditempati.

“Seperti Pasar Bandar sudah kami setting dipasang tenda dari timur sampai selatan,” terangnya.

Dengan fasilitas itu, nantinya tetap ada biaya jasa pelayanan yang dikenakan bagi penyewa. Lutfi mencontohkan di Pasar Bandar, sewa kios per hari sebesar Rp 3.500. Sedangkan untuk los lebih murah dengan Rp 2.500 per hari.

“Administrasinya hanya Rp 200 ribu per tahun,” tandasnya.

Baca Juga: Pemkot Kediri Lanjutkan Proyek Pasar Loak Kaliombo Tahun Ini, Jadi Opsi Tampung Pedagang yang Menyebar di Jalanan

Sebelumnya diberitakan, penataan aktivitas berjualan di sentra bisnis Jalan Dhoho mulai mengerucut. Disperdagin Kota Kediri telah berdialog dengan para pedagang kaki lima (PKL) Jalan Dhoho serta pemilik toko untuk mencari solusi terbaik. Hasilnya, mereka sepakat menaati jam operasional PKL dengan mengembalikan pada kebiasaan dulu. Yakni, sebagai kuliner malam yang baru beroperasi mulai pukul 21.00-07.00.

Untuk diketahui, jam buka PKL di Jalan Dhoho mulai pukul 21.00 hingga pukul 07.00. Praktiknya, banyak pedagang yang tidak menaati ketentuan jam operasional itu. Pedagang makanan malam hari banyak yang buka sejak pukul 18.00. Terutama mereka yang berjualan di depan toko yang tutup. Aturan tersebut tertuang dalam Perwali 37/2015 itu. Pedagang makanan malam hari banyak yang buka sejak pukul 18.00. Meski saat itu, toko-toko masih buka.

Demikian pula PKL pagi. Tidak sedikit yang belum menutup lapaknya pada pukul 09.00. Akibatnya, operasional para pemilik toko di Jalan Dhoho pun terganggu. Para pembeli juga kesulitan mencari tempat parkir karena tertutup lapak PKL.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : rekian
#perwali #jalan dhoho #Perumda Pasar Joyoboyo #pkl #kota kediri