Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Rawit di Kediri Raya Melambung Tinggi, Migor Kena Isu Kenaikan PPN 12 Persen

rekian • Jumat, 3 Januari 2025 | 19:08 WIB

HARGA SEMBAKO NAIK: Penjual di Pasar Setonobetek melayani pembeli.
HARGA SEMBAKO NAIK: Penjual di Pasar Setonobetek melayani pembeli.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Harga komoditas pangan di awal tahun melambung tinggi. Di Kediri Raya, cabai rawit kini tembus Rp 85 ribu per kilogram. Kenaikannya berbeda di beberapa pasar. Jika di Pasar Setonobetek mengalami kenaikan sebesar Rp 8 ribu. Dari Rp 72 per kilogram. Sedangkan di pasar Kras kenaikannya dua kali lipat, dari Rp 40 ribu menjadi Rp 85 ribu per kg. 

Kenaikan itu berlaku sejak 1 Januari 2025. Naiknya harga cabai rawit berdampak pada penjualan. Jika biasanya beli per ons atau kilogram, sekarang konsumennya membeli dengan menyebutkan nominal uang. Kenaikan cabai rawit ini sangat drastis. Biasanya terjadi secara bertahap. “Pengaruhnya ke daya beli. Saat ini, konsumen kalau beli menyebutkan nominal, misalnya Rp 10 ribu saja,” aku Dina, penjual di Pasar Setonobetek. 

Kenaikan harga cabai itu disebabkan karena stoknya mulai berkurang akibat cuaca. Pada saat musim hujan seperti ini, cabai mudah sekali membusuk. 

Selain cabai rawit, sayur-sayuran seperti sawi dan kangkung juga mengalami kenaikan. Kenaikan ini dari harga Rp 2.000 per ikat menjadi Rp 3.000 per ikat. Kenaikan ini terjadi dikarenakan cuaca dan barang yang tersedia cepat rusak.

Baca Juga: Pemkot Kediri Lanjutkan Proyek Pasar Loak Kaliombo Tahun Ini, Jadi Opsi Tampung Pedagang yang Menyebar di Jalanan

Bukan saja cabai, minyak goreng (migor) juga ikut terkerek. “Kenaikan harga minyak goreng terjadi secara bertahap. Minyak goreng curah yang awalnya Rp 16.500 per  kg sekarang menjadi 19.500 per kilogram,” tutur Ali, pedagang di Pasar Setono Betek.

Kenaikan harga minyak ini terjadi sejak natal dan tahun baru lalu. Dari distributor juga memberikan harga sesuai saat isu kenaikan PPN 12%. Meskipun kebijakan tersebut tidak jadi berlaku, pedagang sudah terlanjur membeli dengan harga tersebut.

“Saya sudah belanja kebutuhan toko sejak sebelum natal atau liburan. Bahkan saat beredar isu kenaikan PPN menjadi 12%. Harga yang saya terima sesuai dengan isu tersebut,” terang lelaki paruh baya itu.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : rekian
#kediri #cabai rawit #ppn 12 persen #migor #pasar setonobetek