Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkot Kediri Beri Dua Opsi kepada PKL di Jl Dhoho Kota Kediri, Patuhi Zonasi atau Pindah Lapak

Ayu Ismawati • Kamis, 26 Desember 2024 | 16:26 WIB
BUTUH SOLUSI: Sejumlah toko di Jl Dhoho tutup alias tidak beroperasi lagi karena omzet terus turun. Pemkot Kediri diminta memberi solusi konkret agar pusat perbelanjaan di Kota Kediri itu bisa terus e
BUTUH SOLUSI: Sejumlah toko di Jl Dhoho tutup alias tidak beroperasi lagi karena omzet terus turun. Pemkot Kediri diminta memberi solusi konkret agar pusat perbelanjaan di Kota Kediri itu bisa terus e

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemkot Kediri akan segera menentukan nasib para pedagang kaki lima (PKL) di jl Dhoho. Hal tersebut seiring penertiban zonasi waktu bagi mereka yang akan dimulai awal Januari nanti.

Puluhan pedagang yang berjualan di depan toko itu hanya memiliki dua opsi. Yakni, mematuhi zonasi waktu atau memindahkan lapaknya ke dalam gang di Jl Dhoho.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Rice Oryza Nusivera.

Berdasar pendataan sementara, menurut perempuan yang akrab disapa Riris itu total ada 83 PKL di sepanjang Jl Dhoho.Puluhan pedagang itu berjualan pada pagi dan malam hari.

“Rencananya Jumat (27/12) ini kami mengundang perwakilan pemilik toko di Jl Dhoho. Kami tanyakan juga terkait jam operasional mereka,” ungkap Riris sembari menyebut pihaknya ingin mengetahui waktu tutup toko para pedagang di sana.

Hasil audiensi dengan para pedagang itu menurutnya akan jadi bahan untuk penertiban PKL. Termasuk menerapkan kawasan tertib lalu lintas (KTL) seperti di Jl Brawijaya.

Meski demikian, di awal penerapannya nanti pemkot masih akan memberi toleransi.

Terutama, terkait penerapan zonasi waktu berjualan mulai pukul 21.00-07.00 sesuai Perwali No. 37/2015.

Merujuk pada aturan itu, Riris menyebut PKL hanya boleh berjualan di zona waktu tersebut. Solusi lainnya, mereka bisa menyesuaikan waktu berjualan.

“Yang berjualan pagi (kalau ingin lama membuka lapak, Red), monggo kalau mau pindah di malam atau berjualan di gang-gang masuk sepanjang Jl Dhoho,’ terang Riris sembari menyebut konsep penataan itu sama dengan di Jl Brawijaya.

Riris mengakui, saat ini masih banyak PKL yang berjualan di luar zona waktu sesuai perwali.

Akibatnya, aktivitas jual beli pertokoan di belakangnya terganggu. Sebab, area yang seharusnya jadi tempat parkir pembeli itu ditempati lapak.

Baca Juga: Dok! UMK Kabupaten Kediri Rp 2,49 Juta untuk 2025, Serikat Buruh Kecewa karena UMSK Tak Masuk SK Gubernur Jatim

“Kami sudah sering sosialisasi. Yang pagi itu kan kami izinkan sampai jam 07.00. Kami beri toleransi sampai jam 08.00, tapi kenyataannya sampai jam 09.00 bahkan sampai jam 10.00,” sesalnya.

Dalam penertiban nanti, menurut Riris Pemkot Kediri dan Polres Kediri Kota akan bersikap tegas dalam penerapan zonasi waktu.

“Jadi sudah bukan dalam bentuk imbauan, tapi larangan (berjualan di luar zonasi waktu, Red),” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, penjualan yang lesu membuat banyak toko-toko di Jl Dhoho yang tutup.

Baik karena ditinggalkan penyewanya atau tidak lagi dioperasikan pemiliknya.

Berdasarkan hitungan koran ini, dari total 172 toko di sana, sebanyak 56 di antaranya jarang berjualan hingga tutup permanen.

Sedangkan berdasarkan data salah satu pelaku usaha di sana, total ada sekitar 200 unit toko. Dari ratusan itu, tersisa sekitar 150 unit yang masih eksis.

Beberapa factor ditengarai jadi penyebab tutupnya toko di jantung Kota Kediri itu.

Mulai daya beli masyarakat yang menurun, terdampak tren belanja online, hingga gesekan dengan PKL yang berjualan overtime atau saat toko masih berjualan.

Banyaknya lapak yang berjualan membuat ruang parkir berkurang. Akibatnya, pelanggan toko enggan berbelanja di sana karena sulit mencari parkir.

Sementara itu, Dedi, penjaga toko di Jl Dhoho menyebut jika PKL yang berjualan saat toko masih beroperasi memang mengganggu.

Namun, dia mengaku tidak mempermasalahkan keberadaan PKL di depan toko tempatnya bekerja. Syaratnya, mereka beroperasi sesuai aturan yang berlaku.

“Biasanya memang makan ruang parkir. Tapi kalau yang di depan sini terkadang (gerobak, Red) agak di pinggir (di depan toko yang tutup, Red),” tuturnya. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

         

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #jalan dhoho #pemkot kediri #pkl #jawapos #Pindah Lapak