Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkot Kediri Sidak Sentra Pecel Jalan Dhoho Kediri, Cegah Perilaku Pedagang Getok Harga

Ayu Ismawati • Kamis, 19 Desember 2024 | 00:28 WIB

 

SIDAK: Pedagang Jalan Dhoho memasang banner harga diawasi Satpol PP Kota Kediri.
SIDAK: Pedagang Jalan Dhoho memasang banner harga diawasi Satpol PP Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jalan Dhoho Kota Kediri telah menjadi ikon kuliner di Kota Tahu. Para pendatang dari luar kota kerap menghabiskan malam di Kota Kediri sembari menikmati nasi pecel di sana. 

Pada saat momen liburan seperti Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025, jumlah kunjungan ke Jalan Dhoho Kediri diperkirakan akan meningkat. Karena banyaknya pembeli dari luar kota, para pedagang nakal kerap getok harga atau mematok harga mahal ke wisatawan. 

Harga yang melangit itu bisa membuat citra kuliner Jalan Dhoho semakin redup. Untuk mencegah agar perilaku getok harga tidak terulang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sentra kuliner pecel Jalan Dhoho pada Senin (16/12) malam lalu.  

Sidak gabungan itu melibatkan dinas perdagangan dan perindustrian (disperdagin), dinas perhubungan, dan satpol pp. Petugas gabungan ini pun meminta seluruh pedagang pecel memasang informasi harga. Daftar harga harus sama dengan yang tertera di banner. Dan wajib dipasang untuk menghindari praktik getok harga.

“Sebelumnya, kami sudah pendataan ke seluruh pedagang nasi pecel di sepanjang Jalan Dhoho. Kemudian memberikan data semua item menu yang mereka jual. Kita pesankan banner dan mereka wajib memasang banner itu,” terang Kepala Disperdagin Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Rice Oryza Nusivera.

Pemasangan banner itu bertujuan untuk membantu konsumen. Khususnya pembeli yang berasal dari luar Kota Kediri. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya, kerap ditemui praktik getok harga di kawasan ikon Kota Kediri itu.

“Tahun kemarin itu ada satu (pedagang yang diadukan menaikkan harga, Red). Tapi dengan satu yang naikkan harga kan akhirnya berimbas ke pedagang lain. Kasihan pedagang yang benar-benar jujur,” beber perempuan yang akrab disapa Riris itu.

Riris mengingatkan, jika kejadian itu sempat viral di media sosial. Saat itu, terdapat dua orang dari luar kota yang membeli nasi pecel di Jalan Dhoho. Setelah dihitung, dua porsi nasi pecel itu menghabiskan hampir Rp 200 ribu.

“Karena viral di medsos, pasti akan menggiring opini kalau kulineran di Jalan Dhoho harganya mahal. Padahal tidak seperti itu,” tandasnya sembari menyebut, pihaknya akan segera melakukan pembinaan terhadap pedagang yang sengaja me-markup harga di momentum tertentu.

Adapun sepanjang sentra kuliner pecel di Jalan Dhoho itu, sedikitnya sudah ada 28 pedagang yang memasang banner harga. Sedangkan empat lainnya masih belum memasang banner.

“Segera kami komunikasikan agar bisa dipasang,” sambungnya.

Tim gabungan itu mengimbau agar pembeli lebih cermat saat berwisata kuliner di Kota Kediri. Termasuk pengunjung dari luar Kota Kediri bisa memilih penjual pecel yang sudah mencantumkan harga untuk menghindari mark up harga.

“Konsumen sendiri harus memilih penjual yang memasang harga secara lengkap,” urainya.

Selain imbauan agar memasang informasi harga, pedagang pecel juga diimbau mengutamakan higienitas. Salah satunya dengan mengenakan sarung tangan saat menghidangkan makanan.

“Kalau tidak bisa menggunakan capit. Minimal tidak langsung kontaminasi dengan kulit tangan dari para penjual nasi pecel dan tumpang,” pungkas Riris.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jalan dhoho #ikon kuliner #sentra kuliner #nasi pecel #kota kediri