KEDIRI, JP Radar Kediri– Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025, harga cabai di Kota Kediri merangkak naik. Tertinggi harga rawit, tembus Rp 36 ribu per kilogram. Atau naik Rp 6 ribu per kilogram dibanding satu minggu lalu.
Selain rawit, harga cabai besar juga mengalami kenaikan. Kemarin (12/12), harganya sudah mencapai Rp 31 ribu per kilogram. Melonjak hingga Rp 9 ribu per kilogram dari minggu lalu. Sedangkan harga cabai keriting kini bertengger di angka Rp 19 ribu per kilogram. Naik sebanyak Rp 7 ribu per kilogram dibanding minggu sebelumnya.
Melonjaknya harga cabai itu membuat masyarakat sedikit syok. Seperti di Pasar Ngronggo, kenaikan harga cabai membuat pembeli harus menawar demi mendapatkan harga yang rendah. “Harga cabai terus tinggi, banyak yang menawar,” ujar Yudi,21, salah satu pedagang di Pasar Grosir Ngronggo.
Yudi mengatakan, kenaikan cabai rawit sudah terjadi sejak awal Desember ini. Kenaikan terjadi secara perlahan. Penyebab kenaikan ini disebabkan karena pasokan yang mulai tersendat. Sedangkan permintaan sedang tinggi-tingginya. Terutama menjelang tahun baru.
Terpisah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan mengaku, terus melakukan pemantauan harga setiap harinya. Jika terjadi situasi yang mengakibatkan lonjakan harga, Ridwan mengatakan akan melakukan intervensi.
“Untuk Nataru, masyarakat diharapkan dapat berbelanja secara bijak,” ujarnya. Dia kemudian mengatakan, ada kondisi yang berpotensi menyebabkan terjadinya lonjakan harga.
Faktornya bukan ketersediaan stok dari petani, melainkan karena adanya pengaruh cuaca yang saat ini terjadi. Misalnya curah hujan tinggi yang menyebabkan bencana alam seperti longsor atau banjir. “Hal itu bisa menimbulkan masalah distribusi,” tandasnya.
Mahalnya harga cabai ini mulai berdampak pada penjual makanan. Mereka harus memutar otak agar bisa meraup keuntungan. Mail, 48, salah satu pedagang penyetan di Mojoroto mengaku butuh cabai 3 kilogram setiap kali berjualan. Agar tidak rugi, dia harus mengurangi jumlah cabai yang dipakai untuk melayani konsumen. “Kalau tidak dikurangi, bisa rugi,” ucapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah