KEDIRI, JP Radar Kediri- Salah satu komoditas penyumbang inflasi yang harganya masih nyungsep adalah cabai. Saat ini, harga cabai keriting di Pasar Induk Pare hanya dibanderol sebesar Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan cabai besar hijau hanya Rp 8 ribu per kilogram.
Rendahnya harga cabai tersebut diduga karena stok cabai yang melimpah. Salah satu pedagang di Pasar Induk Pare, Sriati, 63 mengatakan, penyebab penurunan harga cabai adalah melimpahnya stok cabai pascapanen.
“Harga (cabai merah besar dan keriting, Red) segitu karena panen sudah melimpah. Kebanyakan di sini (Pasar Induk Pare, Red),” ucapnya. Apalagi cabai tersebut hanya diambil dari wilayah Kabupaten Kediri.
Stok cabai itu dipasok dari petani Desa Kampungbaru dan Desa Kebonrojo, Kepung. Sriati mengaku hanya mencari keuntungan Rp 3 ribu - Rp 4 ribu untuk harga cabai keriting. Dari petani harganya Rp 6 ribu- Rp 7 ribu per kilogram. “Kalau (harga, Red) dari petani tergantung kualitasnya, bisa lebih murah dari harga tersebut” ujar Sriati.
Baca Juga: Harga Bawang di Pasar Induk Pare Tembus Rp 30 Ribu per Kilogram
Sejauh ini belum ada tanda-tanda harga cabai akan mengalami lonjakan harga. Hingga saat ini, stok cabe merah besar dan keriting di Pasar Induk Pare telah melimpah. Akan tetapi jumlah pembeli relatif stabil.
Meski harga cabai besar dan keriting masih Rp 10 ribu per kilogram, harga cabai rawit sedikit lebih tinggi. Saat ini dibanderol dengan harga Rp 30 ribu per kilogram. Tingginya harga cabai rawit itu disebabkan karena tingginya permintaan.
“Cabai rawit lebih masih jadi primadona ketimbang cabai besar dan keriting. Itu sudah sejak dulu” tandas Sriati.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah