Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga BBM Pertamax Turun, Kota Kediri Kembali Inflasi

Emilia Susanti • Rabu, 6 November 2024 | 04:45 WIB

 

INFLASI LAGI: Seorang pedagang menuangkan migor ke dalam botol.
INFLASI LAGI: Seorang pedagang menuangkan migor ke dalam botol.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Kota Kediri kembali mengalami inflasi pada Oktober 2024. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) secara month to month (mtm) sebesar 0,16 persen. Meningkat dari bulan lalu, yang mencatat angka -0,10 persen.

Dalam keterangan BPS, inflasi mtm memang disumbang besar oleh komoditas pangan. Meliputi daging ayam ras, bawang merah, terlur ayam ras, minyak goreng, tomat, dan kacang panjang. Di samping itu, terjadinya inflasi juga turut disumbang oleh emas perhiasan dan sepeda motor.

Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo, permintaan masyarakat yang meningkat ini menjadi sinyal baik untuk perekonomian. Namun, dia menekankan dampak ekonomi dari momen pilkada hanya berlangsung sementara. 

Sebab itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah agar permintaan terjaga. “Pertama mengendalikan harga yang berpotensi naik. Kedua, distribusi harus tetap lancar. Dan ketiga, stok barang harus terjaga,” ingatnya.

Baca Juga: Pedagang di Terminal Tamanan Kota Kediri Mengeluh Sepi Pembeli

Subagyo melihat terjadinya inflasi Oktober karena adanya peningkatan permintaan. Salah satu faktornya karena momen pemilihan kepala daerah (pilkada). Kegiatan seperti kampanye membuat permintaan konsumsi makanan dan minuman meningkat.

“Seperti yang saya perkirakan sebelumnya. Meningkatnya aktivitas pilkada mendorong perputaran uang di masyarakat,” ujarnya.

Ternyata, kenaikan di sisi permintaan juga dipengaruhi oleh faktor turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Khususnya pada jenis Pertamax. Pasalnya, penurunan harga yang terjadi mendorong daya beli masyarakat.

“Khususnya kelas menengah. Hal ini terlihat dari peningkatan permintaan produk dan layanan perawatan pribadi,” jelasnya.

Menariknya, Subagyo juga melihat ada pengaruh sisi penawaran yang mengakibatkan inflasi. Penyebabnya adalah kenaikan biaya produksi. Sehingga mengakibatkan beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan.

“Seperti kenaikan harga daging ayam. Demikian juga peningkatan harga bawang merah, dan tomat,” lanjut Subagyo.

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pertamax #indeks harga konsumen #pasar setonobetek #inflasi #kota kediri