Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Momen Pilkada Bikin Lembaga Keuangan di Kota Kediri Lebih Berhati-hati

Emilia Susanti • Selasa, 15 Oktober 2024 | 22:00 WIB
MELAMBAT: Seorang kuli angkut mengangkat kardus barang elektronik yang baru diturunkan dari truk. Dunia usaha menahan ekspansi bisnis kaitannya dengan momen pemilihan kepala daerah.
MELAMBAT: Seorang kuli angkut mengangkat kardus barang elektronik yang baru diturunkan dari truk. Dunia usaha menahan ekspansi bisnis kaitannya dengan momen pemilihan kepala daerah.

KEDIRI, JP Radar Kediri Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menyebut terjadi perlambatan penyaluran kredit di Kota Tahu. Saat ini, masyarakat tengah menahan untuk ekspansi bisnis. Salah satu penyebabnya adalah momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada yang digelar tahun ini.

Dibanding 2023 lalu, penyaluran kredit Agustus 2024 ini sebesar Rp 85,263 miliar. Yakni melambat 1,84 persen. Dari 10,98 persen menjadi 9,14 persen. Menurut Direktur Utama BPR Artha Samudra Indonesia Arif Widyatmoko mengatakan, pilkada membuat lembaga keuangan semakin berhati-hati dalam memberikan kredit. 

Kewaspadaan meningkat terhadap kelompok masyarakat tertentu. Utamanya pada mereka yang masuk dalam kategori Politically Exposed Person (PEP). “Mereka adalah orang-orang yang populer di bidang politik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa pemberian kredit terhadap orang yang dikategorikan PEP memiliki risiko besar. Masuk dalam skala High Risk. Pasalnya, orang dengan kategori PEP memiliki akses ke dana publik. Kemudian, mereka juga bisa menggunakan sumber daya pemerintah untuk kegiatan ilegal.

Baca Juga: Imbas Deflasi? Harga Bawang Merah dan Sawi Anjlok di Kediri  

“Seperti menggunakan dana untuk keuntungan pribadi atau pencucian uang dan penggelapan,” tambahnya sembari menyebut PEP biasanya mengakses pembiayaan ke bank lantaran membutuhkan dana yang besar.

Oleh sebab itulah, lembaga keuangan semakin meningkatkan kehati-hatian dalam penyaluran kreditnya di momen pilkada ini. Di samping karena program restrukturisasi kredit yang telah berakhir.

Output-nya nanti Non-Performing Loan (NPL) akan terjaga dengan baik,” tandasnya.

Sementara, penyaluran kredit di bulan Agustus masih didominasi kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Jumlahnya mencapai 62,30 persen dari total kredit yang disalurkan. Kemudian, pemberian kredit kepada masyarakat didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 26,65 persen. Selanjutnya sektor bukan lapangan usaha rumah tangga sebesar 23,62 persen dan sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar 14,48 persen.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#lembaga keuangan #umkm #bpr #npl #ojk kediri