Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Kediri Ramai-Ramai Pilih Naik Bus, Tranportasi Umum Semakin Diminati

Emilia Susanti • Jumat, 11 Oktober 2024 | 17:09 WIB

TUNGGU PENUMPANG: Seorang kernet beridiri di bus ekonomi AKDP di Terminal Tamanan Tipe A Kota Kediri.
TUNGGU PENUMPANG: Seorang kernet beridiri di bus ekonomi AKDP di Terminal Tamanan Tipe A Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jumlah penumpang transportasi umum di Kota Kediri cukup mencengangkan. Pada September lalu, penumpang yang datang di Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri mengalami lonjakan cukup signifikan.

Penumpang yang berangkat dari terminal itu mencapai 175.881 orang. Jumlah tersebut lebih banyak dari Hari Raya Idul Fitri yang pada April lalu mencapai 164.985 orang. Kepala Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri Dukut Siswantoyo mengatakan, meningkatnya minat masyarakat ini disertai dengan peningkatan layanan yang ditawarkan perusahaan otobus (PO). 

Hampir semua armada tujuan antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP) memiliki fasilitas yang memadai. “Semuanya ber-AC (air conditioner, Red). Busnya banyak yang baru,” ucap pria yang akrab disapa Dukut itu. . 

Peminat paling banyak adalah tujuan Surabaya. Lalu, peningkatan penumpang terlihat semakin ramai pada akhir pekan. Mulai Jumat, Sabtu, hingga Minggu. Dan libur peringatan hari keagaman.

Baca Juga: Pertamina Gerojok 60 Ribu Tabung Elpiji 3 Kilogram di Kediri

“Sekarang bus nyaman, harga murah, hemat tenaga juga. Harapannya semua masyarakat bisa menggunakan transportasi umum sehingga jalan raya juga tidak macet,” pesannya.

Terpisah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo berpendapat bahwa penggunaan transportasi umum itu tidak lepas dari kondisi ekonomi warga. Menurunnya kelas menengah dan melemahnya daya beli membuat masyarakat lebih memilih cara praktis dan efisien. 

“Sekarang dari Kediri ke Surabaya bawa mobil pribadi asumsi pakai pertamax Rp 350 ribu dan biaya tol Rp 200 ribu. Belum ongkos sopir kalau bawa sopir,” ungkapnya. Biaya tersebut cukup tinggi jika dibandingkan ketika naik bus. 

Naik bus patas (pulang pergi) dan transportasi dalam kota menggunakan taksi online hanya bisa menghabiskan Rp 150 ribu-an. Karena itu, wajar jika masyarakat lebih memilih naik bus karena lebih efisien dan hemat. 

Hal itu dibenarkan Febrianto, 26, asal Grogol. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini memaksanya untuk berhitung ketika mengeluarkan uang. “Tidak bisa boros lagi,” akunya. Karena itu, jika ke Surabaya, dia lebih memilih menggunakan bus daripada membawa mobil pribadi.

“Naik bus Kediri-Surabaya sekali berangkat tidak sampai Rp 60 ribu,” akunya. Jika naik mobil ongkosnya semakin membengkak, selain bensin juga dikenakan jalan tol. Kalau tidak lewat tol, jalannya ramai dan waktunya cukup lama.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#akdp #transportasi umum #bus #tol #tamanan #terminal tipe A #akap #PO