KEDIRI, JP Radar Kediri– Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Kediri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2023, jumlahnya mencapai 9.953 UMKM. Kini, jumlahnya bertambah 725. Sehingga totalnya menjadi 10.676 UMKM.
Bertambahnya UMKM ini pun menjadi kabar baik. Sebab menjadi potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Keberadaan UMKM telah terbukti mampu menopang perekonomian saat Covid-19 lalu.
Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kediri Yayat Cadarajat mengatakan, UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian di Jawa Timur. Tak terkecuali di Kediri Raya. Menurutnya, UMKM di sektor informal telah mendominasi perekonomian di daerah.
“Sektor informal kan luas sekali. Di dalamnya ada UMKM, pedagang pecel, nasi goreng, dan lain sebagainya,” terangnya.
Lebih lanjut, keberadaan UMKM makanan tersebut menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat yang selama ini menjadi penopang perekonomian di daerah. Oleh karenanya, jika UMKM ini tidak kuat maka pertumbuhan ekonomi pun bisa terganggu.
“Ketika konsumsi, sektor informal, dan UMKM dominan maka ada kerentanan terhadap inflasi, daya beli, dan lowongan kerja,” jelasnya.
Selain dari sisi konsumsi, Yayat mengingatkan bahwa ada poin penting yang juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Dia menyoroti sisi investasi yang menurutnya saat ini masih sedikit. Padahal, setiap investasi yang masuk memiliki multiplier effect yang besar.
“Sementara konsumsi itu multiplier-nya kecil,” jelasnya.
Kedepannya, Yayat berharap perekonomian di Kota Kediri bisa berbasis pada investasi. Tak hanya itu, bila memungkinkan, UMKM yang ada di Kediri juga bisa merambah pasar luar negeri. Pasalnya, kegiatan ekspor juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya, BI Kediri akan terus mendorong UMKM untuk tumbuh dan berkembang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah