KEDIRI, JP Radar Kediri-Kelangkaan elpiji melon atau elpiji bersubsidi terus berlanjut. Di Desa/Kecamatan Ngadiluwih, warga rela antre sejak Subuh agar bisa mendapat elpiji kemasan tiga kilogram itu.
Seperti yang terjadi di pangkalan milik Bakhtiar Purwanto, 50, di Jalan Tulungagung-Kediri, Desa/Kecamatan Ngadiluwih. Di tokonya, warga terbiasa antre sejak sekitar pukul 05.00.
“Setiap pagi yang antre sekitar 30-40 orang,” aku Bakhtiar sembari menyebut antrean sudah mengular sejak toko belum buka.
Antrean, lanjut Bakhtiar, tidak hanya terjadi selepas Subuh. Melainkan juga terjadi saat truk pengirim elpiji melon datang. Warga yang tahu juga langsung berbondong-bondong untuk membeli di pangkalan Bhaktiar.
“Ada yang tahu langsung ngabari lewat WhatsApp. Jadi datang semua,” lanjut Bakhtiar sembari menyebut antrean yang memanjang terjadi sejak tiga minggu terakhir.
Lebih jauh Bakhtiar menyebut, setiap hari dirinya menerima pasokan 100 tabung gas elpiji tiga kilogram. Pengiriman dilakukan pada hari Senin sampai Sabtu. Adapun hari Minggu tidak ada pengiriman.
Baca Juga: Orang Tua Pembuang Bayi T, Begini Syarat Utama Jika Ingin Adopsi
Dalam sehari, sedikitnya dia menjual 80 tabung elpiji melon. Meski setiap pagi selalu terjadi antrean dia menyebut setiap hari selalu ada pasokan. Sebab, pengiriman memang dilakukan sebanyak enam kali dalam seminggu.
“Tidak tahu jam pengirimannya tapi setiap pagi selalu ada. Makanya selalu antre,” terangnya.
Dikatakan Bakhtiar, dirinya hanya melayani pembeli dari Ngadiluwih. Hal tersebut dibuktikan dengan foto kopi kartu tanda penduduk (KTP). "Satu KTP satu elpiji," paparnya sembari menyebut pembeli yang tidak membawa KTP tidak akan dilayani.
Sementara itu, Saminten, 61, Warga Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih mengaku harus keliling ke sejumlah desa di Ngadiluwih untuk menjadi elpiji. Namun, mayoritas stoknya kosong.
“Baru dapat di sini. Sulit sekali mencari elpiji,” keluhnya saat mendatangi toko Bakhtiar sekitar pukul 08.00 kemarin.
Saminten mengaku tidak keberatan membeli bright gas kemasan 5,5 kilogram. Namun, karena tabung lebih besar dan berat, dia mengaku kesulitan mengangkutnya. Karena alasan itu pula Saminten memilih elpiji melon.
Untuk diketahui, stok elpiji yang belum normal membuat Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri kembali turun melakukan monitoring. Terutama setelah mereka mendengar kabar di media sosial (medsos) tentang antrean yang mengular di pangkalan milik Bakhtiar.
Kepala Disdag Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih yang melihat stok di pangkalan Bakhtiar akhirnya mendapati fakta jika antrean di sana mengular karena memang pasokannya selalu ada.
“Terjadi panic buying. Makanya kami perlu mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan itu,” tuturnya ditemui di pangkalan Bakhtiar kemarin.
Terkait kelangkaan di sejumlah daerah, Tutik juga membenarkannya. Hal tersebut menurut Tutik tak lepas dari fenomena musim kemarau. Dimana, kebutuhan elpiji untuk pengairan sawah meningkat.
“Ini kan juga banyak kegiatan Agustusan. Sehingga banyak UMKM pedagang makanan-makanan yang membutuhkan banyak elpiji," tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah