Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ekonomi Kota Kediri Alami Deflasi Beruntun Selama Empat Bulan, Pemerhati Ekonomi Sebut Daya Beli Kelas Menangah Semakin Tertekan

Emilia Susanti • Sabtu, 14 September 2024 | 00:16 WIB

 

SEPI: Pusat perbelanjaan di Kota Kediri tampak lengang. Terjadi deflasi empat bulan beruntun di Kota Kediri diduga karena adanya penurunan daya beli dari kalangan kelas menengah.
SEPI: Pusat perbelanjaan di Kota Kediri tampak lengang. Terjadi deflasi empat bulan beruntun di Kota Kediri diduga karena adanya penurunan daya beli dari kalangan kelas menengah.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Inflasi minus selama empat bulan beruntun di Kota Kediri menjadi alarm yang harus mendapat perhatian serius. Sebab, peristiwa menjadi penanda jika ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Bahkan cenderung lesu. 

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait deflasi ini disebabkan karena penurunan harga. Turunnya harga itu tidak disertakan dengan permintaan yang tinggi. Pengamat ekonomi menilai jika situasi itu menjadi indikasi terjadinya penurunan daya beli masyarakat.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo menjelaskan, deflasi berkepanjangan akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi. 

“Yang pasti terdampak adalah pengusaha. Sebab permintaan yang menurun membuat persaingan harga semakin ketat. Sementara produksi berkurang menyebabkan turunnya pendapatan, dan akan terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja, Red),” jelas Subagyo.

Baca Juga: Stok Elpiji 3 Kilogram di Pangkalan Kota Kediri Kosong

Menurutnya, bila sampai nanti terjadi PHK maka pengangguran akan bertambah. Kemudian, persoalan ekonomi menjadi semakin kompleks. Oleh karenanya, deflasi tidak bisa diabaikan begitu saja. 

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk keluar dari situasi ini? “Intervensi yang dilakukan bisa dua sisi. Yakni kepada pengusaha dan masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi pengusaha, contoh intervensi yang diberikan yakni pengurangan pajak. Pasalnya, hal ini bisa mengurangi beban pengeluaran. Sehingga, PHK bisa dicegah.

Kemudian, kepada masyarakat, pemerintah bisa memberikan bantuan. Salah satunya dengan bantuan langsung tunai, langkah ini bisa diambil untuk menjaga daya beli. Dan terakhir, satu langkah lagi yang bisa dilakukan adalah meningkatkan belanja pemerintah.

Baca Juga: Khawatir Harga Beras Anjlok, Penyaluran Bantuan di Kota Kediri Akan Dilanjutkan Oktober

“Kalau ada proyek (padat karya, red), permintaan akan kembali meningkat. Kemudian, dalam proyek itu juga akan membutuhkan tenaga kerja, ini juga bisa membantu mengembalikan daya beli,” lanjutnya.

Meski begitu, salah satu poin yang menjadi catatan Subagyo atas penurunan daya beli ini sebetulnya terjadi pada kelas menengah. Kelompok masyarakat di kelas ini tidak tersentuh dalam program-program bantuan yang dimiliki pemerintah. 

Dia mencontohkan, bantuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Sebaliknya, pengeluaran mereka semakin tertekan lantaran tak mendapat subsidi listrik, kenaikan BBM, membayar biaya pendidikan, dan lain-lain.

“Jadi kemampuan daya beli ini yang tertekan dari kelas menengah,” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#biaya pendidikan #ekonomi #phk #bps #daya beli