Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Stok Elpiji 3 Kilogram di Pangkalan Kota Kediri Kosong

Emilia Susanti • Jumat, 13 September 2024 | 17:16 WIB
KOSONG: Tim gabungan mengecek stok elpiji di pangkalan Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren kemarin. Hasilnya, tidak ada tabung yang berisi gas elpiji alias semuanya dalam kondisi kosong.
KOSONG: Tim gabungan mengecek stok elpiji di pangkalan Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren kemarin. Hasilnya, tidak ada tabung yang berisi gas elpiji alias semuanya dalam kondisi kosong.

KEDIRI, JP Radar Kediri–Kelangkaan elpiji yang terjadi di Kediri Raya selama beberapa minggu terakhir akhirnya direspons. Kemarin tim gabungan dari pemerintah daerah, polisi, kejaksaan, pertamina dan Hiswana Migas melakukan sidak ke pangkalan.

Hasilnya, stok elpiji di pangkalan Kota dan Kabupaten Kediri dalam kondisi kosong.

Seperti saat tim mendatangi pangkalan milik Hanok Kasianto di Kelurahan Mrican, Mojoroto. Saat didatangi, puluhan tabung di gudangnya dalam kondisi kosong.  

Terkait hal itu, Hanok menyebut dirinya mendapat pasokan 110 tabung. Namun, langsung ludes dibeli masyarakat.

“Saya kira bukan sebuah kelangkaan (akibat pengurangan stok, red), tetapi merupakan musiman. Jadi karena pemakaian atau penggunaan bersamaan.

Jadi kayak orang punya gawe, kalau di sawah (untuk, Red) diesel,” kata Hanok di depan tim yang mendatangi gudangnya.

Hanok menengarai banyak peternak ayam yang juga memakai elpiji tiga kilogram untuk penghangat kandang.

Musim dingin yang melanda Kediri beberapa minggu terakhir dinilai membahayakan kesehatan ayam-ayam peliharaan mereka.

Hal senada diungkapkan Wahyu Dhigma Krisbianto, pemilik pangkalan di Kelurahan Bangsal, Pesantren.

Dengan kuota 80 tabung, dia mengaku mendapat pasokan setiap hari. Namun, stok langsung habis karena peningkatan permintaan dari masyarakat. “Dari luar Bangsal banyak yang ke sini,” tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengatakan, sidak kemarin digelar merespons menghilangnya stok elpiji.

Terutama di daerah pinggiran Kota Kediri. Mulai di Kelurahan Mrican, Mojoroto, hingga di Kelurahan Bangsal, Pesantren.

Hal tersebut menurut Wahyu karena warga luar Kota Kediri berburu elpiji ke kota hingga mengakibatkan kelangkaan.

“Karena ini musim tanam, musim tanam padi, kemudian petani-petani bawang dan peternakan juga menggunakan  elpiji 3 kilogram,” terang Wahyu memastikan stok dari Pertamina tak berkurang.

Untuk diketahui, sidak tim gabungan juga digelar di wilayah barat sungai. Yaitu di Kecamatan Grogol dan Kecamatan Tarokan.

Seperti halnya di Kota Kediri, stok elpiji di pangkalan Kabupaten Kediri juga kosong.

Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Kediri, Roni Jatmiko mengungkapkan, berdasarkan pengamantan tim dan info di lapangan, dari sisi supply atau pasokan tidak ada perubahan.

“Baik dari pertamina, agen itu tidak ada pengurangan pengiriman jadi tiap bulan pengiriman yang sudah tertera di kuota itu tidak ada perubahan,” beber Roni.

Namun, permintaan atau demand masyarakat meningkat signifikan sejak Juli dan Agustus lalu. Akibatnya, stok tak mencukupi.

“Permintaan naik itu baik dari sektor rumah tangga, UMKM, bisa dari sektor lainnya juga,” jelasnya.

Roni berharap agar masyarakat tidak melakukan panic buying. Sehingga mereka bisa membeli sesuai dengan kebutuhannya.

“Kami berharap masyarakat juga melakukan pembelian sesuai dengan kuotanya,” papar Roni.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#stok elpiji 3 kg #radar kediri #kediri #pangkalan elpiji #jawa pos