Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bahan Pokok di Kota Kediri Mahal, Permintaan UMKM Mamin Semakin Tertekan

Emilia Susanti • Jumat, 30 Agustus 2024 | 15:23 WIB

Harga bahan pokok  yang melonjak berdampak pada UMKM Kota Kediri
Harga bahan pokok yang melonjak berdampak pada UMKM Kota Kediri

KEDIRI, JP Radar Kediri – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  makanan minuman (mamin) mengeluh.  Produk seperti keripik, sambal, jamu, sirup, dan jenis mamin lainnya mengalami penurunan. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Mamin Kota Kediri Sri Endah Yuni Wulandari mengatakan, lesunya permintaan itu terjadi sejak lama. Mulai terasa setelah Lebaran. 

“Saya mengobrol (dengan anggota lainnya, red) ada yang stagnan, ada yang permintaannya turun drastis,” aku perempuan yang akrab disapa Yuni itu.

Yuni yang juga ibu rumah tangga itu mengatakan, momen tahun ajaran baru ikut memengaruhi permintaan mamin. Masyarakat saat ini memilih untuk membelanjakan uangnya untuk kebutuhan sekolah. Akibatnya produk mamin UMKM ikut terdampak menjadi lesu. 

Kenaikan harga untuk komoditas bahan pangan seperti gula, minyak goreng, hingga sayur-sayuran membuat pelaku UMKM semakin tertekan. Seperi. Sebab kenaikan harga tersebut membuat biaya produksi ikut membengkak. Margin keuntungan pun menjadi tergerus.

Baca Juga: Penjualan Ikan Konsumsi di Sentra Perikanan Surowono Lesu, Permintaan Luar Daerah Ikut Menurun

“Saya sendiri punya usaha coklat karakter. Dari Januari sampai Juli ini ada tiga kali kenaikan harga. Sementara kami tidak bisa begitu saja menaikkan harga,” keluhnya.

Adanya kegiatan bazar belum bisa memperbaiki penjualan produk UMKM mamin. Hanya sedikit pelaku UMKM mamin yang berhasil mencatatkan penjualan yang positif. 

“Kegiatan bazar atau pameran tujuan utamanya bukan untuk meningkatkan penjualan, lebih ke promosi,” ungkapnya. 

Sebaliknya, situasi pelaku UMKM bidang lainnya menunjukkan fakta yang berbeda. Ketua Ikatan Pembuat Hantaran Indonesia Pancawati DPC Kota Kediri Sri Astuti mengaku permintaan terus mengalir. 

Terutama saat adanya momen hajatan pernikahan membuat permintaan semakin melonjak. “Kalau untuk produk hantaran milik saya terus meningkat. Acara wisuda sekolah, mantenan (penyewaan boks hantaran dan souvenir, Red), acara kantor (buket, selempang, dan sebagainya),” ujarnya saat ditemui di rumah tempatnya melakukan produksi.

Bahkan bulan ini, banyak orang mencari buket untuk hadiah lomba Agustusan. “Permintaannya terus ada,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#umkm #makan minum #pernikahan #bahan pokok #harga