KOTA, JP Radar Kediri- Sekolah Peduli Inflasi (SPI) telah melalui penilaian akhir. Kemarin, tim juri mengakhiri kunjungannya ke lima sekolah. Tim juri terkesima atas pencapaian siswa-siswi yang ikut dalam program SPI tersebut.
Bahkan dewan juri mengaku hasilnya melampaui ekspektasi. Program budidaya tanaman hortikultura penyumbang inflasi yang dicetuskan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri itu dianggap berhasil. Program itu telah mengajak siswa aktif membudidayakan tomat dan cabai di lingkungan sekolah.
Tarwa Mustofa, salah satu tim juri dari Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri mengatakan, capaian di beberapa sekolah diakuinya di luar ekspektasinya. "Dari pengamatan yang berlangsung selama tiga bulan, ada beberapa sekolah yang diprediksi kurang maksimal pengembangannya," ungkapnya. Namun ternyata bisa bangkit dan membuktikan kemampuan merawat tanaman cabai dan tomat di bulan ketiga.
Sisi lain, ada pula sekolah yang menunjukkan progres memuaskan di awal. Namun ternyata gagal panen karena kurangnya perhatian pada aspek syarat tumbuh tanaman. Menurutnya, hal itu wajar dalam proses pembelajaran.
Salah satu syarat tumbuh yang kerap diabaikan adalah porsi sinar matahari yang kurang. Menurutnya, ekspos terhadap sinar matahari sangat penting. Kondisi tanaman yang sudah kurang maksimal sejak awal akan semakin gagal jika syarat tumbuhnya tidak dipenuhi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah