KEDIRI, JP Radar Kediri– Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat terjadi deflasi selama tiga bulan berturut-turut. Mulai Mei hingga Juli lalu. Deflasi ini patut diwaspadai karena jika terus berlangsung situasi akan menjadi buruk bagi perekonomian.
Kepala BPS Kota Kediri Parjan memaparkan bahwa angka inflasi secara month to month (mtm) pada Juli sebesar -0,01. Dalam zoom meeting yang dipimpinnya pada Kamis (1/8) lalu, dia menjelaskan bahwa sektor yang memberikan andil besar untuk deflasi berasal dari sektor makanan dan minuman.
Sementara, inflasi terbesar terjadi pada sektor pendidikan. “Situasi ini bisa menjadi gambaran untuk pengambil kebijakan untuk menstabilkan harga,” ucap Parjan.
Ancaman deflasi ini juga disinggung oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo. Dia mengingatkan, deflasi berkepanjangan akan berdampak buruk terhadap perekonomian.
Pasalnya, kondisi tersebut akan membuat para pelaku usaha mengalami kerugian lantaran kapasitas produksi yang turun. “Dampaknya bisa PHK (pemutusan hubungan kerja, Red) massal,” ungkapnya.
Lebih jauh, dia berpendapat bahwa terjadinya deflasi tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya daya beli masyarakat yang kian menurun. Lalu, fluktuasi harga komoditas pangan pun turut bisa mempengaruhi. Misalnya pergerakan harga cabai, tomat, brambang, telur, dan ayam.
“Terjadinya deflasi tiga bulan berturut-turut ini terjadi secara nasional. Penurunan nilai rupiah juga memiliki andil dalam terjadinya deflasi,” ingatnya.
Oleh karenanya, dia berharap pemerintah bisa mewaspadai deflasi ini. Subagyo menyarankan agar pemerintah segera mengembalikan daya beli masyarakat.
Caranya, bisa dengan memberikan bantuan sosial dan merealisasikan proyek padat karya yang sudah direncanakan. Selanjutnya, Subagyo menyarankan agar pemerintah bisa memberikan insentif ke sektor-sektor tertentu. Yang mana, harus memiliki multiplier effect yang besar. Contohnya, pada sektor pertanian dan pariwisata.
“Terakhir, pemerintah juga bisa mendorong produk dalam negeri untuk diekspor, juga melakukan digitalisasi ekonomi,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah