KEDIRI, JP Radar Kediri - Harga kebutuhan dapur mulai menggila. Komoditas bahan pangan minyak goreng sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Kini harganya sudah tembus Rp 16 ribu per liter. Dan harga cabai rawit terus meroket hingga Rp 60 ribu per kilogram.
Pras, 56, pedagang sembako di Pasar Setonobetek, Kota Kediri mengungkapkan, Minyakita dijual dengan harga Rp 14 ribu berlaku hanya setahun lalu. “Sekarang jual Rp 16 ribu,” akunya. Kenaikan harga itu terjadi secara bertahap.
Sekitar empat bulan lalu, dia mengaku terpaksa menjual di atas HET. Hal itu disebabkan karena, harga dari distributornya sudah sama bahkan di atas HET. Tidak ada pilihan lain selain menaikkan harga. “Saya jual Rp 16 ribu, karena harga distributornya sudah Rp 15 ribu per liter,” ucap Pras.
Tidak hanya minyak goreng, harga cabai rawit pun mulai melambung. Saat ini tembus Rp 60 ribu per kilogram di pasar grosir. Kenaikannya sangat signifikan karena mencapai Rp 20 ribu per kilogram.
Seperti yang diungkapkan Tono, 40, pedagang cabai di Pasar Grosir Ngronggo. Kenaikan harga cabai tersebut mulai terkerek sejak dua bulan terakhir. “Meski harganya naik turun, harganya tergolong mahal,” ungkap pria asal Desa Bangkok, Kecamatan Gurah ini.
Terpisah, Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia Kediri Suyono menerangkan kenaikan harga cabai disebabkan karena stok menurun. “Menurunnya produksi memberikan banyak pengaruh,” tegasnya. Salah satunya menyebabkan harga cabai melambung tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga cabai yang saat ini mengalami penurunan produksi. Kenaikan harga yang terjadi menurutnya sudah menjadi hukum ekonomi. Permintaan tinggi tapi barangnya yang tersedia terbatas.
“Saat ini, masih kami pantau. Jika nanti kenaikannya mencapai 15 sampai 20 persen, mungkin akan kami lakukan intervensi,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah