Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Melihat Tren Pegadaian Emas di Kediri yang Marak saat Tahun Ajaran Baru

Emilia Susanti • Rabu, 10 Juli 2024 | 17:39 WIB
JADI RUJUKAN: Pegadaian Cabang Kediri paling banyak terima gadai emas.
JADI RUJUKAN: Pegadaian Cabang Kediri paling banyak terima gadai emas.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Memasuki tahun ajaran baru, orang tua yang anaknya bakal masuk sekolah mulai dipusingkan dengan kebutuhan pendidikan. Terutama untuk orang tua siswa yang anaknya tengah transisi menuju jenjang selanjutnya.

Kebutuhannya sekolah tiap anak berbeda-beda. Ada yang dipusingkan karena biaya sekolah yang tinggi. Ada pula karena harus memenuhi perlengkapan sekolah seperti sepatu, tas, hingga alat tulis. Semua itu membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit. 

Agar anak-anak tetap bersekolah, tidak sedikit orang tua harus rela menggadaikan barang yang dimilikinya. Bahkan, ada yang berbondong mengajukan kredit ke lembaga keuangan. Semua itu dilakukan demi mendapatkan uang tunai untuk membiayai sekolah.

Adapun di pegadaian, trennya tetap sama. Selalu ramai setiap memasuki tahun ajaran baru. Mereka datang menggadaikan harta bendanya agar mendapatkan pinjaman uang tunai.

“Paling banyak emas perhiasan. Kalung, cincin, gelang, antam,  dan emas lainnya,” terang Agung Budiyanto, Pimpinan Cabang PT Pegadaian Kediri.

Dia mengatakan, benda yang paling dominan digadaikan di PT Pegadaian saat ini adalah emas perhiasan. Persentasenya mencapai sekitar 55 persen. Sisanya meliputi barang elektronik mulai dari laptop, televisi, handphone, kamera, dan sebagainya.

Pria yang akrab disapa Agung itu pun menjelaskan momen tahun ajaran baru memang banyak masyarakat yang datang. Tak hanya orang tua, mahasiswa pun juga turut meramaikan pegadaian untuk mendapat uang guna membayar semester.

“Sampai akhir semester pertama ini, PT Pegadaian bisa tumbuh sebesar 25 persen,” jelasnya. Jumlahnya mengalami peningkatan drastis saat memasuki tahun ajaran baru.

Pengamat Sebut Masyarakat sedang Mengatur Cash Flow

Sementara itu, tren tingginya permintaan kredit di lembaga keuangan dan pegadaian dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Fenomena itu menjadi siklus yang terjadi hampir setiap tahun. Situasinya merata di setiap kecamatan di wilayah Kediri Raya. 

Seperti yang diungkapkan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri Taufik Akbar. Permintaan gadai atau kredit yang di momen sekolah merupakan fenomena ekonomi yang telah menjadi siklus tahunan. 

Dia mengatakan, meningkatnya pinjaman kredit ke lembaga keuangan dan tingginya minat ke pegadaian karena sektor rumah tangga sedang berusaha mengatur cash flow-nya. Hal tersebut terjadi ketika ada pengeluaran yang lebih dari biasanya.

“Kecenderungan melakukan pinjaman pada saat masuk tahun ajaran baru di sekolah ini telah menunjukkan kurang siapnya sektor rumah tangga menghadapi pengeluaran-pengeluaran tidak terduga,” lanjutnya.

Sehingga, Taufik menilai sektor rumah tangga yang melakukan pinjaman atau gadai ini adalah mereka yang tidak memiliki tabungan ataupun dana darurat. “Kondisi ini bukan berarti mereka tidak mampu untuk membayar. Hanya karena kebutuhan cash yang tidak seimbang dengan kebutuhan lain-lain dalam rumah tangga,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pegadaian #radar kediri #kediri #Pegadaian Emas #tren #jawa pos