KEDIRI, JP Radar Kediri- Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal menghadiri kegiatan di Masjid Baiturrahman Mojoroto, Kota Kediri pada Jumat (28/6) lalu. Dikonfirmasi terkait dengan keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengalihkan dananya dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk, dia menyebutkan, jika kebijakan itu kini diikuti oleh semua pengurus di daerah. Termasuk di Muhammadiyah Kota Kediri.
Keputusan itu menjadi instruksi agar dana yang ada pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dipindahkan ke bank syariah lainnya. Latar belakang dilakukannya penarikan dana itu memajukan perbankan syariah.
“Don’t put your eggs in one basket, jangan menaruh telur di satu tempat, harus disebar. Jadi kami sebar ke bank syariah yang lain. Sehingga tidak menumpuk di satu bank,” paparnya.
Abbas berharap pengalihan dana dari BSI ke bank syariah lainnya bisa menciptakan kondisi yang semakin kompetitif. Sehingga bisa menciptakan persaingan yang lebih sehat. Sejauh ini, cost of fund di bank syariah saat ini di nilainya timpang.
“Kalau seandainya disebar kami harapkan nanti tawar menawarnya bisa enak. Sekarang Muhammadiyah lagi konsolidasi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri Achmad Khoirudin mengatakan, pihaknya akan mendukung sekaligus mengimplementasikan instruksi dari PP Muhammadiyah. Lalu, dia menerangkan pos anggaran untuk AUM yang ada di Kota Kediri ada berbagai macam. Mulai dari sekolah, rumah sakit, panti asuhan, masjid, dan sebagainya.
“Dulunya banyak (penyimpanan dananya, red) ke BSI. Tapi setelah dari PP, ada surat seperti itu, kemudian berangsur-angsur, kami menarik dari BSI. Ya tentu tidak semua, sebagian tetap di sana,” tegasnya.
Kemudian, dia menjelaskan untuk nominal dana yang dipindahkan dia belum bisa menyebutkan. Pasalnya, pihaknya sendiri mengaku belum melakukan penghitungan. Namun demikian, nilai dana yang dipindahkan ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Terakhir, Achmad menjelaskan bahwasanya warga Muhammadiyah yang ada di Kota Kediri sangat mendukung keputusan dari PP Muhammadiyah. Mengingat latar belakang yang disampaikan memang untuk persaingan yang sehat di bank syariah yang ada. “Sebarannya ada yang ke Bank Muamalat, Bank Jatim Syariah, ada pula yang ke Bank Mega Syariah,” tandasnya.
Kepercayaan Pasar Bisa Menurun
Sementara itu, penarikan dana yang dilakukan Muhammadiyah dianggap telah memengaruhi likuiditas pada Bank Syariah Indonesia (BSI). Hal itu disampaikan, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo, penarikan dana yang dilakukan tidak memberi dampak besar bagi perekonomian nasional.
Menurutnya, dampak dari keputusan dari organisasi masyarakat itu pasti akan dirasakan BSI. Yakni bank syariah yang mendapat tambahan likuiditas. “Terhadap perekonomian nasional menurut saya tidak berpengaruh. Yang signifikan (terganggu, Red) ya bagi BSI sendiri dan mungkin beberapa bank syariah lainnya,” terangnya.
Baca Juga: Penyaluran Kredit di Kota Kediri pada Bulan April Tembus Rp 86,67 Miliar
Dia meyakini, adanya penarikan dana tersebut tidak membuat BSI menjadi kolaps. Berbeda apabila penarikan dana besar-besaran itu dilakukan oleh masyarakat secara luas di waktu yang bersamaan.
Lebih jauh, dia melihat adanya dampak positif dari penarikan dana yang dilakukan. Antara lain persaingan di bank akan menjadi lebih sehat. Kemudian terjadi pemerataan likuiditas, serta mendorong bank syariah lebih berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara, dampak negatif akan sangat dirasakan oleh BSI. Yakni, kepercayaan pasar terhadap BSI bisa menurun. Dan hal lain yang bisa terjadi adalah pendapatannya menjadi berkurang. “Ada penurunan likuiditas di BSI, tetapi ini tergantung dari dana yang tertarik,” jelasnya.
Terakhir, Subagyo menerangkan bahwasanya setiap bank harus menjaga capital adequacy ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal. Besarnya yakni 8 persen. “Jika penarikan dana menyebabkan CAR turun di bawah 8%, bank akan menghadapi masalah,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah