KEDIRI, JP Radar Kediri – Retribusi di Kota Tahu mengalami penurunan pada 2023 lalu. Angka penurunannya tembus Rp 9,3 miliar dari retribusi 2022 lalu. Kontribusi retribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kediri hanya 4,5 persen.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, pada 2023 lalu pendapatan dari retribusi hanya Rp 16 miliar. Sementara pada 2022, retribusinya yang diperoleh cukup besar, mencapai Rp 25,3 miliar.
Menurut Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri, Sugeng Wahyu Purba Kelana, tingginya retribusi pada 2022 bersumber dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kilisuci.
“Retribusi di RSUD Kilisuci diambil dari pelayanan kesehatan. Pada 2022 itu kan ada klaim covid,” terang pria yang akrab disapa Sugeng itu. Kondisi itu membuat pendapatan retribusinya meningkat dan peristiwa Covid-19 itu tidak bisa terulang setiap tahunnya. Meski pada ada penurunan dari 2022 ke 2023, Sugeng mengklaim pemasukan retribusi pada 2023 lalu lebih besar bila dibandingkan 2019 – 2021.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah