Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inflasi Rendah Jadi Kekuatan Kota Kediri

Emilia Susanti • Jumat, 10 Mei 2024 | 21:40 WIB
INFLASI RENDAH: Pedagang pasar Ngronggo mengangkut sayuran yang baru didatangkan menggunakan truk sayur
INFLASI RENDAH: Pedagang pasar Ngronggo mengangkut sayuran yang baru didatangkan menggunakan truk sayur

KEDIRI, JP Radar Kediri – Inflasi Kota Kediri 0,06 persen pada April lalu menjadi pondasi pertumbuhan ekonomi di Kota Tahu. Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kediri Moch. Choirur Rofiq mengatakan, situasi ekonomi di Kota Kediri ini terbilang masih bagus. 

Situasi global seperti perang yang terjadi di Israel dan Palestina lalu Iran, serta Rusia dan Ukraina bisa memengaruhi perekonomian di daerah meski tidak terdampak langsung. Bagi Choi -sapaan Moch Choirur Rofiq- angka inflasi yang masih terkendali menjadi kekuatan dalam menghadapi ketidakpastian global. “Ini memberikan sinyal positif untuk pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

 Baca Juga: Di Bulan April, Inflasi Kota Kediri Jadi yang Terendah di Jawa Timur

Perang bisa berdampak pada stabilitas keuangan global menjadi terganggu. Sehingga, dapat mengganggu perekonomian di sisi pasar uang. Dalam situasi seperti itu, sebagian besar orang menarik investasinya yang berbentuk saham atau surat berharga. 

Kemudian, masyarakat mengganti investasi mereka ke dalam bentuk investasi yang lebih mudah dicairkan. Di samping itu, beberapa orang diantaranya juga melakukan penyelamatan asetnya dengan cara mengkonversi menjadi emas.

“Rambatannya, raksasa ekonomi global itu Amerika, yang menguasai perdagangan global. Yang awalnya akan menurunkan suku bunga di semester dua, kemarin The Fed akan melihat lagi kapan bisa diturunkan suku bunga tersebut,” urai Choi.

Selanjutnya, kebijakan suku bunga tersebut akan berdampak kepada nilai tukar rupiah. Hal ini pun akan berpengaruh kepada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Ini sebenarnya sebagai dampak logis dari adanya ketidakpastian global tadi,” sambungnya.

Lebih jauh, Choi menekankan bahwa pemerintah telah berupaya untuk mengantisipasi gejolak akibat ketidakpastian global. Beruntungnya, kondisi perekonomian Indonesia masih terbilang bagus. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang masih bisa tumbuh di atas lima persen pada 2023.

“Ini sebenarnya modal fundamental yang bagus. Tapi selanjutnya bagaimana cara mengelola agar kedepan bisa digunakan untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global,” tekannya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #ekonomi #rendah #perdagangan #inflasi #kota kediri