KEDIRI - JP Radar kediri— Kendalikan lewat Gerakan Pangan Mudah dan Operasi Pasar
Peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri dianggap vital menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kota Tahu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah lewat gerakan pangan murah dan operasi pasar di berbagai titik di Kota Kediri.
"Upaya ini gencar kami lakukan di akhir Maret sampai April," ungkap Tetuko Erwin Sukarno, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.
Gerakan pangan murah diadakan di lima titik. Lokasinya ditentukan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Sedangkan operasi pasar tersebar di 27 titik. Langkah ini dianggap efektif untuk menekan harga kebutuhan pokok yang sedang melonjak. Lewat gerakan tersebut, masyarakat terbantu untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Situasi Politik Bikin Ekonomi di Kediri Tidak Menentu
Erwin menjelaskan bahwa TPID tidak tinggal diam saat harga bawang merah sempat melonjak. Lonjakan ini disebabkan karena menurunnya stok di pasar akibat belum memasuki masa panen di daerah penghasil brambang seperti Nganjuk dan Probolinggo.
"Kami sudah melakukan pemantauan harga dan intervensi. Saat itu, bawang merah di pasar didatangkan dari luar daerah, sehingga harga terpengaruh oleh biaya transportasi yang tinggi," terangnya.
Baca Juga: Penyaluran Kredit di Kediri Melambat, Ini Penyebabnya
Setelah harga kebutuhan pokok mulai mengalami penurunan, TPID tetap melakukan pemantauan secara intensif. "Jika ada komoditas yang kembali mengalami lonjakan harga, kami akan selalu mengevaluasi dan siap melakukan intervensi," tegas Erwin.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah