Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Panen Bawang Merah di Kediri Semakin Anjlok

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 25 April 2024 | 18:09 WIB
Buruh tani mengangkut bawang merah yang baru saja dipanen. Saat ini, hasil panen semakin merosot karena petani di Kabupaten Kediri beralih ke tanaman lainnya.
Buruh tani mengangkut bawang merah yang baru saja dipanen. Saat ini, hasil panen semakin merosot karena petani di Kabupaten Kediri beralih ke tanaman lainnya.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Harga bawang merah di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Penyebabnya, pasokan semakin menipis akibat turunnya hasil panen petani Brambang.

Menurut Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Anang Widodo melalui Kepala Bidang Hortikultura, Dwi Kristian, penurunan hasil panen di Kabupaten Kediri terjadi di awal tahun ini. Mulai Januari, panen bawang merah di Kabupaten Kediri mencapai 781,3 ton dengan luas panen 109 hektare. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 35 ton di bulan berikutnya. Pada Februari, hasil panennya mencapai 746,3 ton dengan luas 121 hektare. "Dibanding tahun lalu juga turun," ucap Dwi menyebut hasil panen 2023 di bulan yang sama mencapai 844 ton dan tertinggi berada di Kecamatan Plemahan.

Menurun hasil panen itu berlanjut hingga Maret. Produksi bawang merah hanya mencapai 420,4 ton dengan luas panen 65 hektar. Menurunnya hasil panen bawang merah ini disebabkan karena wilayah Kediri sudah masuk puncak musim hujan. Dan petani memilih menanam komoditas lain. Adapun bulan ini, panen bawang merah diperkirakan belum bisa melebihi angka 500 ton. Hal itu disebabkan adanya penurunan jumlah petani brambang di Kediri

"Kediri hanya pemasok bawang merah dari luar daerah, seperti Nganjuk dan Brebes," jelas Dwi. 

Meskipun panennya merosot, Dispertabun belum menerima laporan gagal panen di Kediri. Namun, petani mengeluhkan penurunan kualitas dan tingginya biaya produksi.

Sementara itu, harga bawang merah di petani sudah mulai turun. Di awal April, harga bawang merah mencapai Rp 40.000 per kilogram. Namun saat ini turun menjadi Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram.

Sedangkan di pasar, harga bawang merah masih tinggi. Di kios Marsinah, harga bawang merah masih Rp 55.000 per kilogram. Pedagang berharap harga bawang merah tidak turun dulu karena daya beli masyarakat mulai menurun dan stok di rumah mereka masih banyak.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kenaikan harga #jawapos #harga bawang #hasil panen berkurang