KEDIRI, JP Radar Kediri– Aktivitas perekonomian masyarakat masih tinggi di momen Lebaran. Biasanya, masyarakat akan pergi ke tempat-tempat wisata. Lalu, ada orang-orang yang sibuk mencari oleh-oleh. Oleh karenanya, inflasi masih berpotensi untuk naik. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo memprediksikan inflasi April ini akan naik.
Menurutnya, permintaan masyarakat di momen Lebaran masih tinggi. Lalu, dia pun memprediksi inflasi masih terjadi pada komoditas bahan pangan, pakaian, dan transportasi.
“Tetapi ini bersifat sementara. Setelah momen Idul Fitri akan kembali normal,” jelasnya. Namun demikian, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Moch. Choirur
Rofiq sebelumnya menyampaikan ada kecenderungan penurunan permintaan di dua minggu terakhir Ramadan. “Inflasi di minggu pertama, minggu kedua bulan Ramadan itu akan terjadi kenaikan yang cukup tinggi. Tekanannya lebih tinggi. Nanti setelah minggu kedua, minggu ketiga minggu keempat (Ramadan, red) cenderung turun,” jelasnya. Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi month to month (mtm) sebesar 0,61 persen. Sebelumnya, inflasi Februari sebesar 0,54 persen. Kenaikan ini dinilai wajar lantaran ada momen Ramadan yang mana aktivitas ekonomi mengalami peningkatan.
“Ada kenaikan uang beredar, kemudian permintaan masyarakat meningkat. Sehingga hukum ekonomi berjalan,” jelasnya.
Kemudian, lima penyumbang terbesar inflasi pada bulan Maret yakni daging dan telur ayam. Kemudian emas perhiasan, pisang, dan tomat. Sementara, beras yang biasanya memiliki andil besar terhadap inflasi, kini mengalami deflasi. Sementara, inflasi Kediri secara year on year (yoy) pada Maret 2024 sebesar 2,88 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari inflasi tahun 2023 yang dicatatkan BPS, yakni sebesar 2,48 persen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah