KEDIRI, JP Radar Kediri- Sekilas mata air ini seperti pernah dikelola dan dikembangkan. Fasilitas seperti tempat duduk dan gazebo masih tersisa di sana meski dengan kondisi yang memprihatinkan. Meski terbengkalai, mata air ini masih menjalankan fungsinya sebagai sumber pengairan persawahan setempat.
Masyarakat setempat menamai mata air ini dengan sebutan Sumber Bahagia Dawuhan. Sumber ini punya peran krusial bagi lingkungan di sana. Salah satunya sebagai sumber pengairan bagi persawahan setempat.
Meski berada di tengah area persawahan yang luas, namun mata air ini mudah dijangkau. Lokasinya tepat di tepi jalan raya antasdesa. Hanya berjarak beberapa meter saja dari monumen Patung Garuda di Taman Kawedusan—salah satu ikon kawasan tersebut.
Sayangnya, mata air ini justru nampak terbengkalai. Airnya tidak mengalir lancar karena sedimen yang memenuhi sumbernya. Padahal, sumbernya sudah diberi bangunan pengaman berupa beronjong di sekelilingnya. “(Debit) airnya kecil. Jadi cuma bisa buat pengairan sawah sekitar sini saja,” ujar Nur, warga setempat.
Pria yang saat itu nampak bersantai di bawah pepohonan itu menuturkan, selama ini mata air hanya digunakan sebagai pengairan sawah. Namun, menurutnya debit air akhir-akhir ini justru berkurang.
“Dulu dari timur juga mengalir airnya. Sekarang nggak ada. Hanya di tengah itu saja,” ucapnya.
Menurutnya, saat ini tak ada pengelolaan di kawasan mata air. Namun, sejumlah warga terkadang masih bertandang ke sana. Tidak hanya bersantai di bawah rindangnya pepohonan. Namun, ada juga yang memancing ikan-ikan lokal.
“Dulu memang pernah disebar benih ikan nila. Sekarang mungkin tersisa yang kecil-kecil dipancingin sama anak-anak,” tutur Nur.
Beberapa pohon berukuran besar masih tersebar di sana. Di antaranya beringin, kepuh, dan preh. Pohon-pohon itu yang sampai sekarang masih menopang produksi air, saat lahan sekelilingnya sudah berubah menjadi lahan-lahan pertanian.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah