Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Anggaran Bantuan Modal Tahun Ini di Kota Kediri Turun Dibanding Tahun Sebelumnya

Emilia Susanti • Rabu, 28 Februari 2024 | 18:35 WIB

 

BANMOD: Seorang pengunjung menikmati minuman yang dijual oleh salah satu PKL penerima bantuan modal di Kota Kediri. Anggaran banmod tahun ini mengalami penurunan.
BANMOD: Seorang pengunjung menikmati minuman yang dijual oleh salah satu PKL penerima bantuan modal di Kota Kediri. Anggaran banmod tahun ini mengalami penurunan.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Pemberian bantuan modal (banmod) untuk pelaku usaha di Kota Kediri terus berlanjut. Bedanya, pemerintah kota tidak melakukan pendaftaran baru. Melainkan meneruskan pelaku usaha yang sudah mendaftar di 2023.

“Masih ada yang belum tersurvei dari pendaftar tahun lalu,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Lilin Nuryani.

Total, ada sekitar 18 ribu pelaku usaha yang mendaftar banmod pada 2023. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 6.145 yang belum dilakukan survei. Kini, pemerintah kota tengah melakukan survei dimulai pada Kamis (22/2) Februari ini“Targetnya nanti April kami selesaikan proses survei,” terangnya.

Setelah itu, tim survei akan melakukan verifikasi yang rencananya terlaksana pada Mei mendatang. Kemudian, pencairan diupayakan terselesaikan pada akhir Juni 2024.

Menariknya, nominal banmod yang diterima pelaku usaha dimungkinkan tak sama dengan tahun lalu. Pasalnya, pemerintah kota belum menentukan besaran banmod yang akan diserahkan ke setiap pelaku usaha.

Di sisi lain, bisa saja banmod di tahun ini lebih kecil dari tahun 2023. Hal ini dikarenakan anggaran yang diberikan menurun. Bahkan lebih dari 50 persen. Yakni dari Rp 25 miliar di tahun lalu menjadi Rp 14 miliar.

“Turunnya anggaran ini memang ada penurunan pendapatan DBHCHT (Dana bagi hasil cukai hasil tembakau),” jelas wanita yang akrab disapa Lilin ini.

Kendati demikian, berapapun nominal atas banmod tersebut diharapkan bisa mendongkrak jalannya usaha masyarakat. Lilin berharap agar para pelaku usaha dapat memanfaatkan banmod ini untuk keperluan usaha. Pihaknya menegaskan akan melakukan kontrol terhadap penggunaan modal tersebut.

“Kami lakukan secara online juga ke lapangan secara langsung. Kalau ada temuan yang penggunaan tidak sesuai, akan kami arahkan untuk tetap dibelanjakan untuk kebutuhan usaha,” tegasnya.

Terakhir, dia pun berpesan agar masyarakat tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan bisa mencairkan banmod. Lilin menekankan bahwa semua proses untuk mendapatkan banmod tersebut gratis.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#umkm #bantuan modal kediri #kota kediri