KEDIRI, JP Radar Kediri–Cuaca ekstrem berdampak pada meroketnya sejumlah harga pangan. Termasuk harga jagung yang ikut melambung. Untuk meredam kenaikan harga, Bulog Cabang Kediri menyiapkan ribuan ton jagung program stabilisasi pasokan harga pasar (SPHP).
Untuk diketahui, harga jagung di pasaran mencapai Rp 8,8 ribu per kilogram (kg). Padahal, harga acuan pemerintah (HAP) tingkat konsumen seharusnya maksimal Rp 5 ribu per kg.
Karenanya, Dinas Peternakan kabupaten Kediri mengajukan jagung SPHP yang dibagikan kepada peternak ayam petelur. Permintaan itu diajukan pada November lalu. Yakni, saat ada sosialisasi dari Pemprov Jatim. “Penyaluran (jagung SPHP, Red) dimulai Desember 2023 lalu,” kata Kabid Ketersediaan Distribusi dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Arbai.
Jagung SPHP ini bisa dibeli dengan harga Rp 5 ribu per kg. Jagung dijual per sak berisi 50 kg untuk peternak ayam petelur. Jagung dengan harga murah itu bukan produk petani lokal. Melainkan impor dari luar negeri. “(Produksi jagung lokal, Red) menurun akibat cuaca ekstrem,” lanjut Arbai.
Panen raya jagung menurutnya baru akan mulai April nanti. Karenanya, dalam beberapa bulan diprediksi harga jagung masih akan tetap tinggi. Arbai menegaskan, harga jagung yang melambung ini harus diintervensi secara khusus. Sebab, kenaikan harga jagung bisa berdampak pada ongkos produksi peternak ayam petelur. Dampaknya, harga telur bisa terus naik.
Di sisi lain, kualitas telur juga akan menurun karena peternak akan berusaha menurunkan biaya pakannya. “(Karena harga jagung malah, Red) bisa saja para peternak mencari campuran bahan pakan, sehingga kualitasnya turun,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Cabang Bulog Kediri Imam Mahdi mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan sekitar 18 ribu jagung SPHP. Jagung dengan harga murah itu dijual kepada para peternak yang sudah terdaftar di SK Kementerian Pertanian di wilayah Kediri.
Selain belasan ribu ton yang sudah terdistribusikan, menurut Imam saat ini sudah turun SK ketiga yang sedang diproses. “Ada peternak tambahan, terutama peternak yang di Nganjuk kan belum tercover. Juga beberapa peternak yang ada di Kediri,” jelas Imam.
Lebih jauh Imam menjelaskan, ada tiga asosiasi peternak ayam petelur yang telah mendapat penyaluran jagung SPHP. Dua asosiasi masuk kategori mikro. Satu lainnya kategori menengah besar. “Yang mikro biasanya minta yang packing 50 kiloan. Kalau yang besar, mereka mintanya curah,” tandas Imam sembari menyebut jagung SPHP curah dibanderol Rp 4,9 ribu per kilogram.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah