Di tangan Siti Romdiah pare, jamur, pisang, tahu, hingga luntas bisa diubah menjadi makanan yang bernilai jual tinggi. Oleh warga Jalan Abu Bakar No. 99 Desa Jajar ini, semua bahan itu disulap menjadi keripik.
“Tahu luntas ini adalah produk inovasi saya yang baru,” terang Rom, panggilan akrab owner produk UMKM berlabel 'Goyal Gayil' ini.
Usaha Rom dulu bermula pembuatan keripik pisang. Kemudian berkembang dengan membuat keripik jamur, pare, hingga tahu dan luntas. Produk-produk itu dipasarkan di toko swalayan ataupun online.
Perempuan 34 tahun ini bercerita, sebelum menjadi tahu luntas sebelumnya hanya berupa stik tahu. Kemudian melihat sekitar rumah banyak tanaman luntas, ia memiliki ide untuk mengolahnya dengan tahu. “Luntas ini memiliki banyak sekali kegunaanya, tidak hanya digunakan sebagai obat,” imbuhnya.
Dalam membuat tahu luntas Rom memerlukan percobaan tiga hingga empat kali. Kendalanya saat itu adalah tahu. Harus berwarna putih dan mengembang.
Bentuk keripik tahu luntas ini mirip dengan makanan ringan pabrikan. Dengan dua rasa, original dan pedas daun jeruk. Rasa terakhir itu campuran daun jeruk dan luntas. Saat disantap, keripik ini selain pedas namun juga beraroma segar.
“Pengerjaaannya masih manual. Sehari-hari, sekali produksi 80 kilogram,” ungkap Rom.
Bila tak ada pesanan tambahan, Rom membuat keripik hanya dibantu suami. Namun, jika mendapat pesanan tambahan-seperti saat Hari Raya Idul Fitri-dia akan mempekerjakan karyawan.
Editor : Anwar Bahar Basalamah