KEDIRI, JP Radar Kediri– Momen natal dan tahun baru (nataru) diprediksi bakal meningkatkan perekonomian di Kediri Raya. Pasalnya, banyak masyarakat cenderung lebih konsumtif. Seperti untuk berwisata dan kuliner. Praktis, perputaran uang saat momen ini bakal ikut terkerek.
“Momen ini bisa menjadi akselerasi perekonomian di suatu daerah,” terang Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri Diana Ambarwati.
Menurutnya, peredaran uang saat nataru tahun ini akan meningkat. Terlebih lagi, bersamaan dengan libur sekolah dan semester di perguruan tinggi. Di Kota Kediri, adanya mall, penginapan, dan wisata kuliner harus bisa dimaksimalkan. Selain pemasukan daerah yang meningkat, pelaku usaha pun mendapatkan untung.
“Semua itu turunan dari mobilitas masyarakat yang tinggi di momen nataru,” terang wanita yang akrab disapa Diana ini.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Kediri Zachrie Ahmad mengatakan sudah ada lonjakan pengunjung di Gua Selomangleng. Jumlahnya meningkat hingga ratusan orang. Di tanggal 23 Desember tercatat ada 260 pengunjung. Kemudian meningkat pada 24 Desember menjadi 680 orang. Kenaikan kembali terjadi pada 25 Desember menjadi 840 orang.
“Terjadi peningkatan di libur natal, kalau tahun baru ya belum bisa dilihat (datanya, red),” terangnya.
Pria yang akrab disapa Zachrie ini menjelaskan potensi di Kota Kediri dalam perekonomian di momen nataru datang dari wisata kuliner. Dia pun menyebut kuliner Jalan Dhoho dan Soto Tamanan menjadi tempat tujuan favorit dari wisatawan.
“Oleh karenanya kemarin ada pembinaan dari dinas terkait kepada para pedagang terkait harga. Agar tidak terjadi kenaikan tajam di momen liburan ini,” jelasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah