KEDIRI, JP Radar Kediri - Satgas Pangan Kabupaten Kediri kembali melakukan sidak ke pasar. Hasilnya, sejumlah harga bahan pokok masih selangit. Bahkan, harga cabai rawit yang sudah mahal sejak minggu lalu masih terus naik.
Pantauan koran ini, tim dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Kediri itu melakukan sidak di Pasar Papar; Pasar Bangsongan, Kayenkidul; dan penggilingan padi di Kecamatan Kayenkidul. “ Tiga yang menjadi sorotan. Untuk lainnya harga cenderung tetap bahkan turun,” ujar Kabid Ketersediaan Distribusi dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Arbai.
Saat tim mengecek harga di Pasar Papar kemarin, satgas mendapati harga cabai rawit yang masih menyentuh Rp 80 ribu per kilogram (kg). Kemudian, gula pasir Rp 17 ribu per kg, dan beras medium Rp 13.500 per kg.
Menurut Arbai, harga gula pasir dan beras tidak berubah dari minggu lalu. Kenaikan harga terjadi pada cabai rawit. Minggu lalu harga cabai masih Rp 78 ribu per kg atau naik Rp 2 ribu selama seminggu.
Untuk diketahui, setelah mengecek harga di Pasar Papar, rombongan langsung mengecek harga di Pasar Bangsongan. Di sana, harga bahan pangan tak berbeda jauh. Harga cabai rawit, gula pasir, dan beras medium masih sama tingginya.
Tak hanya ke pasar tradisional, rombongan juga mengunjungi tempat penggilingan beras mitra bulog di Kecamatan Kayenkidul. Tujuannya, untuk mengecek stok beras jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru).
Usai mengecek stok beras di salah satu gudang penggilingan, Arbai memastikan stoknya masih aman. Bahkan, dia menyebut stok akan tetap aman hingga panen raya pertama 2024 pada Maret-April nanti. “Insyaallah stok bahan pokok untuk Nataru tahun ini aman,” tandasnya.
Jika pasokan beras terus aman, Arbai memprediksi harga beras untuk wilayah Kediri bisa turun. Sebab, Bulog terus menggerojok beras stabilisasi pasokan harga pasar (SPHP). Dalam waktu dekat bulog juga akan mendistribusikan beras SPHP ke puluhan toko dan kios yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Kediri. “Itu upaya pemkab dan bulog agar harga beras medium dapat terjaga,” paparnya.
Sementara itu, Aminah, salah satu pedagang di Pasar Bangsongan membenarkan jika cabai rawit adalah komoditas yang kenaikan harganya paling tajam. “Kalau umumnya ya di bawah Rp 50 ribu per kilo,” ujarnya.
Kenaikan harga cabai menurut Aminah membuat penjualannya merosot. Jika biasanya dia bisa menghabiskan 20 kilogram cabai dalam sehari, sejak harganya melambung dia hanya bisa menjual maksimal lima kilogram saja.
“Semoga saja segera turun, jadi banyak yang beli lagi,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah