KEDIRI, JP Radar Kediri – Bisnis kuliner berkembang pesat di Kota Kediri. Jumlahnya meningkat setiap tahunnya. Nilai investasinya pun sangat besar. Mencapai Rp 50,8 miliar selama empat tahun terakhir.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri pada 2022 lalu tercatat 2.568 industri makanan dan 791 industri minuman. Belum lagi munculnya restoran-restoran baru yang jumlahnya mencapai ratusan.
“Permohonan izin rumah atau warung makan nomor satu di Kota Kediri, berdasar data OSS (online single submission, Red),” terang Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Edi Darmasto.
Menurutnya, pengajuan izin itu dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KLBI) 56102. “Realisasi investasi selama empat tahun terakhir sebesar Rp 50,80 miliar,” papar pria yang akrab disapa Edi tersebut.
Kemudian, lokasi tempat rumah makan paling banyak berada di Kecamatan Kota dengan total sebanyak 299. Diikuti Kecamatan Mojoroto 134, dan Kecamatan Pesantren 84 rumah makan. Total, ada 517 rumah makan yang berada di Kota Kediri pada tahun 2022. Meningkat dari 2019 yang jumlahnya 77 rumah makan.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri Diana Ambarwati berpendapat bahwa bisnis kuliner menjadi bisnis yang paling mudah dilakukan oleh masyarakat. Menurutnya, banyak faktor yang membuat usaha kuliner bisa unggul di Kota Kediri. Salah satunya, banyaknya perguruan tinggi yang ada.
“Pangsa pasar dari bisnis ini jelas,” terangnya.
Menurut pengamatannya, di Kota Kediri telah berjamur tempat makan atau kafe baru. Dia pun melihat bahwasannya pemilik usaha telah memikirkan sasarannya masing-masing. Ada tempat makan yang diperuntukkan untuk orang tua, anak muda, dan semua kalangan. Di samping itu, beberapa di antaranya telah memasukkan unsur kreatif dalam membangun usahanya.
“Saat ini konsumen tidak hanya datang karena membutuhkan makanan. Tetapi konsumen juga mencari kepuasan,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon kemarin.
Lebih lanjut, Diana berpendapat usaha kuliner bisa menjadi suatu daya tarik bagi Kota Kediri saat Bandara Internasional Dhoho dibuka. Hal ini menjadi kesempatan untuk pemiliki usaha mengenalkan produk makanannya. Dia pun berpesan agar para pengusaha untuk membuat brand.
“Terkadang ada usahanya, tetapi nggak punya brand,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah