KEDIRI, JP Radar Kediri– Harga komoditas gula mulai terasa mengalami kenaikan menjelang natal dan tahun baru (nataru). Alhasil, Pemkot Kediri bersama instansi terkait mengadakan operasi pasar murah (OPM). Tak ayal, komoditas gula langsung menjadi primadona. Paling banyak diburu masyarakat.
Pantauan di salah satu lokasi OPM di Kantor Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Kota gula menjadi komoditas yang paling cepat habis. Beberapa warga yang menanyakan ketersediaan harga pun harus pulang dengan tangan kosong. Sebanyak 400 kilogram gula yang dialokasikan ludes lebih cepat dibanding beras, minyak goreng, dan telur ayam.
“Gulanya hari ini ludes lebih awal. Di Kelurahan Semampir juga seperti itu. Jadi sepertinya memang gula yang menjadi primadona,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kota Kediri Tetuko Erwin Sukarno.
Itu menurut Erwin tak lepas dari harga gula di pasaran yang masih tinggi. Sementara itu untuk beras, minyak goreng, dan telur ayam harganya cenderung melandai. Sebagai informasi, di tiap titik OPM, pemkot menggelontorkan beras premium kemasan 5 kg sebanyak 200 kantong. Kemudian, 400 kg gula pasir, 336 liter minyak goreng, dan 200 kg telur ayam. Empat komoditas itu dijual dengan harga di bawah harga pasaran. Salah satunya gula yang dijual Rp 14,5 ribu per kg.
Dari data yang dihimpun di Pasar Setonobetek, gula eceran rata-rata dijual dengan harga Rp 16,5–17 ribu per kg. Harga itu terbilang tinggi dari harga normalnya yang berkisar Rp 13 ribu per kg. “Kalau Rp 13 ribu itu memang harga lama. Sekarang dari gudangnya saja sudah di atas Rp 15 ribu harganya,” ujar Didik, salah satu pedagang di Pasar Setonobetek.
Sementara itu, mendekati momentum libur nataru, kenaikan harga sejumlah komoditas diperkirakan tetap akan terjadi. Salah satunya yang paling rentan melonjak harganya adalah beras.
“Nataru tahun ini kan berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini masih ada pengaruh dari El Nino. Sehingga beras ini yang kelihatannya berbeda dari tahun sebelumnya,” lanjut Erwin.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas menjelang nataru, pemkot mulai mengupayakan langkah intervensi. Salah satunya melalui OPM yang diselenggarakan mulai kemarin hingga besok (13/12).
Gerakan pangan murah juga rencananya akan dilaksanakan. Dengan begitu, lonjakan harga komoditas pasar menjelang akhir tahun bisa diantisipasi. “Nanti di tanggal 18,19, 20 juga akan dilaksanakan gerakan pangan murah. Komoditasnya menyusul,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah