KEDIRI, JP Radar Kediri – Pedagang konveksi di pasar-pasar tradisional harus beradaptasi dengan teknologi. Bila tidak dilakukan, para pedagang konvensional itu akan tergerus zaman. Hingga akhirnya gulung tikar.
Salah satu yang harus dilakukan adalah mulai merambah digital marketing. Sebab, ceruk di pasar yang berbasis teknologi komunikasi tersebut sangat terbuka lebar.
“Yang online malah ramai. Mereka bisa mempekerjakan karyawan baru khusus untuk promosi online,” kata pengamat ekonomi Sri Luayi, ketika mengomentari sepinya bisnis para pedagang baju di pasar-pasar tradisional.
Menurut dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) ini, fenomena sepinya pasar tradisional tak hanya terjadi di Kediri. Di Pasar Besar Malang pun juga demikian. Omzet para pedagang menurut drastis ketika masyarakat mulai beralih ke belanja online.
Sri mengatakan, dalam situasi seperti itu beberapa pedagang mulai mengambil sikap dengan ikutan merambah digital marketing. Mereka merekrut karyawan yang khusus promo online.
“Dan, hasilnya positif. Omzet mereka mengalami peningkatan,” terangnya.
Lesunya pasar pakaian jadi diakui Agus Wantomi Hari, 65. Pedagang di Pasar Setonobetek Kota Kediri ini mengaku omzetnya terus menurun dari hari ke hari. Bahkan, tidak terjual dalam satu hari menjadi hal yang biasa.
Ketika disinggung soal berjualan online, Agus mengaku masih enggan. Selain tak begitu memahami dia juga takut mendapat komplain.
“Saya takut dikomplain kalau baju saya tidak sesuai yang ada digambar,” akunya.
Justru, dia beranggapan bila sepinya pembeli akibat pembangunan pasar. Sejak selesai dibangun, Pasar Setonobetek menjadi sepi pembeli.
Terpisah, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri Tetuko Erwin Sukarno membenarkan bahwa banyak pedagang yang mengeluhkan pasar sepi. Tapi itu tak hanya di Pasar Setonobetek.
“Sejak dibuka, ada lantai dua, pasar menjadi sepi. Mungkin karena enggan naik ke lantai dua. Sama halnya yang ada di Pasar Bandar,” terangnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah