Jumlah UMKM di Kota Kediri Terus Bertambah

Anwar Bahar Basalamah • Dipublikasikan Rabu, 4 Oktober 2023 | 17:11 WIB

 

TERKESIMA: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melihat pameran UMKM. Pemkot dukung tumbuhnya UMKM.
TERKESIMA: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melihat pameran UMKM. Pemkot dukung tumbuhnya UMKM.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Geliat ekonomi rakyat-kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kian meninggi pasca-pandemi Covid-19. Setiap tahun jumlanya bertambah. Hingga mencapai hampir delapan ribu pelaku.

“Yang paling mendominasi food and baverage (bisnis makanan dan minuman, Red),” jelas Kepala Dinas Dinas Koperasi (Dinkop) Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (UMTK) Bambang Priyambodo.

Total, jumlah UMKM di Kota Kediri mencapai 7.745. Berdasarkan mereka yang telah memiliki nomor induk berusaha (NIB).

Seiring tumbuhnya usaha rakyat itu, meningkat pula serapan kredit usaha bagi mereka. Total, mulai April 2021 hingga saat ini sudah terserap anggaran sebesar Rp 9 miliar. Dana tersebut didistribusikan kepada pelaku UMKM melalui kredit usaha bernama kredit usaha melayani warga (Kurnia). Dengan bunga kredit sebesar 2 persen.

“Program ini berjalan selama tiga tahun, dimulai dari April 2021,” terang Bambang.

Per September tahun ini, kredit yang telah tersalurkan sebesar Rp 9,054 miliar. Artinya, budget tersebut telah terserap 100 persen. Sementara, jumlah UMKM yang mendapat fasilitas kredit tersebut ada sebanyak 552 pelaku. Dari total tersebut, juga didominasi oleh makanan dan minuman.

Meningkatnya UMKM ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Nusantara Subagyo mengatakan bahwa adanya UMKM akan memperluas lapangan kerja. Artinya, dapat mengurangi pengangguran, khususnya yang ada di Kota Kediri.

Menurutnya, kegiatan even yang ada di Kota Kediri turut membantu UMKM terus tumbuh. Demikian pula dengan kegiatan semacam Car Free Day. Kendati demikian, kontribusi UMKM terhadap PDRB belum mampu menandingi sumbangan dari industri rokok, terutama dari PT Gudang Garam Tbk.

“Saya belum mengetahui data pasti. Yang pasti kontribusinya (sektor UMKM, Red) meningkat. Tetapi tetap belum bisa menandingi satu perusahaan yang skala usahanya sudah level internasional,” urainya.

RAMAI: Pengunjung memadati salah satu stan UMKM. Adaptasi digitalisasi perlu dilakukan untuk akselerasi.
RAMAI: Pengunjung memadati salah satu stan UMKM. Adaptasi digitalisasi perlu dilakukan untuk akselerasi.

Adaptasi Digitalisasi untuk Akselerasi
Tumbuhnya UMKM harus diimbangi dengan kemampuan bersaing. Salah satunya beradaptasi dengan maraknya digital marketing. Hal itu agar mereka bisa eksis di tengah ketatnya persaingan.

Kepala Dinkop UMTK Bambang Priyambodo mengatakan, pelaku UMKM masih mengeluh terkait digitalisasi. Biasanya, mereka mengalami kendala dalam proses pemasaran secara digital.

“Dan juga terkait packaging dan varian rasa. Karena kompetitornya semakin banyak,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Penyebabnya, pelaku UMKM banyak yang belum paham digital marketing. Salah satu faktornya mereka belum melek teknologi.

Karena itulah upaya pelatihan bagi UMKM terus digalakkan. Pemkot juga membuka klinik UMKM di dinkop. Semua orang bisa melakukan konsultasi terkait usahanya mulai dari sertifikasi halal, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sebagainya. Termasuk pula kurasi UMKM.

Terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Nusantara Subagyo berpendapat digitalasi merupakan hal yang tak bisa dielakkan. Itu sehubungan dengan perubahan perilaku masyarakat pasca-pandemi Covid-19. Yang mau tidak mau harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“UMKM harus berakselerasi,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin.

Menurutnya, bagi pelaku UMKM terutama millenial tak akan terlalu kesusahan mengikuti arus kemajuan teknologi. Namun, masih banyak yang usahanya sudah jalan tetapi belum bisa mengimbangi perkembangan teknologi terkini.

Oleh karenanya, menurut Subagyo, pemerintah perlu hadir untuk mendampingi masyarakat. Kegiatan pelatihan perlu dilakukan agar pelaku UMKM bisa beradaptasi. Selain itu, mencari mentoring secara mandiri juga penting dilakukan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
digitalisasi 4.0 umkm perekonomian kota kediri