Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ekonomi di Kota Kediri Tumbuh, tapi Masih Bergantung Rokok

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 26 September 2023 | 18:19 WIB

 

DORONG UMKM: Keberadaan bandara harus mampu mendorong tumbuhnya UMKM di Kediri Raya.
DORONG UMKM: Keberadaan bandara harus mampu mendorong tumbuhnya UMKM di Kediri Raya.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Kondisi ekonomi Kota Kediri menunjukkan tren positif. Dalam dua tahun terakhir, 2021 dan 2022, mencatatkan angka pertumbuhan yang menggembirakan. Meskipun tak sebesar sebelum pandemi, ada peningkatan yang signifikan.

Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, tahun lalu pertumbuhan ekonomi mencapai 3,95 persen. Meningkat bila dibanding tahun sebelumnya yang hanya hanya 2,5 persen.

Angka tersebut jauh lebih baik dibanding masa pandemi. Pada 2020, ketika puncak Covid-19, ekonomi di Kota Kediri minus hingga 6,25 persen.

“Bila sebelum pandemi, pertumbuhan ekonominya berada di angka 5,47 persen,” terang Penanggung Jawab Neraca Regional dan Analisa Statistik BPS Kota Kediri Dyah Retnani.

Hanya, yang perlu dicermati lagi adalah, sektor yang menyumbang tingkat pertumbuhan tersebut. Hingga saat ini, kontributor terbesarnya adalah sektor industri pengolahan. Yang angkanya mencapai 81,04 persen. Dan, menurut wanita yang biasa disapa Nanik itu, sektor ini didominasi PT Gudang Garam Tbk.

“PDRB (produk domestic regional bruto, Red) Kota Kediri itu unik. Delapan puluh persen itu disumbang dari Gudang Garam. Jadi tergantung produksi rokok Gudang Garam,” urainya.

Oleh karenanya, setiap kenaikan maupun penurunan produksi dari perusahaan tersebut akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri. Meski saat pandemi minus dari industri pengolahan bukanlah yang terbesar, namun sumbangsihnya terhadap angka PDRB sangat tinggi. Sehingga, untuk kedepan, angka pertumbuhan masih bergantung dari industri rokok tersebut.

Lebih lanjut, Nanik menerangkan di Kota Kediri belum ada industri lain yang pengaruhnya sekuat PT Gudang Garam. “Di Kota Kediri itu belum ada kompetitornya (bila dilihat dari skala usaha),” tambahnya.

Tren positif pertumbuhan ekonomi ini diperkirakan akan terus berlanjut. Bahkan, bisa mencapai angka lima persen. Atau kembali mendekati tingkat pertumbuhan sebelum terjadinya pandemi.

“(Pertumbuhan ekonomi) bisa kembali tumbuh seperti dulu,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI Kediri Subagyo.

Dia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi di semua daerah memang terkontraksi karena adanya pandemi. Pembatasan kegiatan masyarakat menjadi faktor lumpuhnya perekonomian. Terlebih lagi adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga: Ini Komoditi Pemicu Inflasi di Kota Kediri

“Banyak pelaku usaha yang gulung tikar (saat pandemi),” terangnya.

Namun, Subagyo memberi catatan khusus terkait sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi. Dia menyarankan bahwa Kota Kediri sebaiknya tidak bergantung dengan industri rokok yakni PT Gudang Garam. Sudah saatnya pemerintah mulai mengarahkan peningkatan di sektor lain.

Menurutnya, kebijakan-kebijakan bisa diarahkan kepada pengembangan wirausahawan-wirausahawan atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kota Kediri. Terlebih lagi, adanya kemajuan teknologi.

“Tidak boleh bergantung pada Gudang Garam. Kebijakan harus mengarah kepada peningkatan sektor ekonomi kreatif,” tandasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah