KEDIRI, JP Radar Kediri – Angka inflasi di Kota Kediri pada bulan Agustus kemarin tercatat mengalami kenaikan. Berdasarkan data yang dihimpun, kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh beberapa faktor. Paling tinggi pemicunya adalah konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Sebesar 1,23 persen.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI Kediri Subagyo pun memberikan tanggapannya atas angka inflasi tersebut. Menurutnya, angka inflasi itu tidak terlepas oleh adanya kenaikan BBM. Harga yang naik tersebut membuat pengeluaran rumah tangga lainnya ikut naik.
“Pada pertengahan Juli anak sekolah kan sudah masuk. Sehingga konsumsinya (terhadap BBM, red) meningkat,” ujar Subagyo.
Lebih lanjut, peningkatan inflasi itu terlihat secara year on year (yoy) bulan Agustus sebesar 3,56 persen. Sedangkan di bulan Juli sebelumnya tercatat 3,51 persen. Selain pemicu utama karena BBM, pemicu kedua adalah beras dengan andil 0,67 persen.
Secara yoy beras memiliki andil terbesar kedua setelah bensin. Lalu, secara month to month (mtm) beras menjadi penyumbang terbesar inflasi. “Untuk beras, harga gabah di tingkat petani naik,” lanjut Subagyo.
Dia pun menjelaskan bahwasannya saat ini masa panen padi telah berlalu. Sesuai hukum ekonomi. Stok sedikit sedangkan permintaan tinggi maka harga akan terkerek naik. Untuk mencapai keseimbangan baru. Namun begitu, menurutnya angka inflasi saat ini dinilai masih stabil. “Masih terkendali,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah