“Sampai sekarang, sempat turun Rp 35 ribu tapi sebentar,” urai Siti Kholifah, pedagang daging ayam di Pasar Setonobetek, Kota Kediri kemarin.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, terus memantau harga bahan pangan. Termasuk daging ayam yang saat ini masih tinggi. “Selama belum sampai 20 persen, belum perlu intervensi,” terangnya.
Pantauan harga DKPP, daging ayam Rp 35,5 ribu per 7 Juni dan berstatus aman. Ridwan mengakui, harga itu masih tinggi lantaran ada kenaikan permintaan di luar pasar. “Tidak ada masalah di peternak, tetapi ada semacam permintaan di luar pasar. Itu bisa dari perusahaan atau lainnya,” ulasnya.
Terpisah, Sandi Bangun Purwantoro, karyawan perusahaan peternakan ayam di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, mengakui memang permintaan naik. Itu dari luar negeri. Imbasnya, stok untuk dalam negeri berkurang. “Stok RPA (rumah potong ayam) Mei menipis. Banyak perusahaan besar yang ekspor ke luar negeri, karena di sana ayamnya banyak yang gagal (mati),” paparnya.
Selain itu, kenaikan harga dipicu pakan dan bibit ayam. “Harga pakan dan DOC itu naik, jadi HPP-nya juga naik Mbak,” ungkapnya. Tingginya harga membuat komoditas ini menyumbang inflasi Kota Kediri secara month to month (mtm). Angka inflasi Mei 0,32 persen. Daging ayam andil 0,029 persen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah