Sejak pukul 09.00, mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) sudah parkir di sana. Sebagian warga sudah mendaftar secara online. Sisanya menunggu antrean pendaftar online tuntas. “Tadi hanya ambil empat pecahan masing-masing satu bendel,” kata Gunawan, 65, warga asal Kecamatan Wates.
Antusiasme warga terlihat jauh sebelum hari penukaran. Tepatnya ketika pendaftaran online dibuka melalui laman BI. Pendaftaran online diumumkan dua jam sebelum penukaran dibuka. Meski begitu, kuota 100 pendaftar online penuh hanya lima menit.
“Jam 12.00 tepat saya buka website-nya bisa. Terus 12.05 saya buka lagi sudah penuh,” ujar Gunawan yang menukar uang pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 20 ribu itu.
Dari lima pecahan uang yang ditukar hari itu, pecahan Rp 5 ribu paling banyak diminati. Selanjutnya Rp 10 ribu. Dalam satu kali kas keliling, setidaknya Rp 380 juta uang baru disiapkan. Warga hanya perlu menunjukkan KTP dan bukti pendaftaran online agar bisa menukar uang di sana.
“Lebih enak kalau online begini. Paling enggak bisa tenang gitu meskipun antreannya segini banyaknya,” aku Ratna Evi, 30, warga Kecamatan Pesantren.
Dia beruntung bisa mendapat antrean nomor satu. Menurutnya, website sempat eror di awal pembukaan pendaftaran. Sebab, terlalu banyak yang mengakses di waktu yang sama. “Kayak begini bejo bejan (untung-untungan), Mbak,” katanya seraya tertawa.
Berdasar siaran pers BI yang dirilis 25 Maret lalu, kas keliling selama Ramadhan ada di 13 titik keramaian. Salah satunya di Pasar Setonobetek. Dalam 3 jam, setidaknya Rp 380 juta uang baru ditukarkan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah