Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan Kios Pasar Pamenang Pare Mangkrak, Ini Penyebabnya

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 3 April 2023 | 18:26 WIB
(Foto: Emilia Susanti)
(Foto: Emilia Susanti)
KEDIRI, JP Radar Kediri–Puluhan kios di Pasar Pamenang Pare mangkrak. Lebih dari 20 kios yang ada di pasar besar Kabupaten Kediri ini tutup. Pemiliknya memutuskan untuk tidak lagi berjualan karena dagangan mereka tidak laku alias sepi pembeli.

Pantauan koran ini, puluhan kios yang mangkrak itu tersebar di sisi selatan dan sisi utara pasar. Sejumlah kios tampak dipasang keterangan bertuliskan “Dijual” atau “Disewakan” oleh pemilik lama.

Rohmat, 63, salah satu pedagang mengatakan, puluhan kios itu banyak ditinggalkan pedagang sejak pandemi atau 2020 lalu. “Banyak yang diju al soalnya sepi. Mereka gan ti usaha yang lain, Mbak,” ujar pria berjualan topi dan kaus kaki itu.

Sri Wulan Sari, 37, pedagang lain menyebut Pasar Pamenang berangsur sepi karena beberapa sebab. Di antaranya, saat pedagang sayuran yang semula jadi satu dengan mereka pindah ke Pasar Induk Pare. “Dulu kan banyak yang setelah dari pasar sayur mampir ke sini (Pasar Pamenang, Red),” kata perempuan yang akrab disapa Wulan itu.

Kondisi pasar menurutnya semakin sepi akibat pandemi Covid-19. Banyak kios yang mengurangi jam operasio nalnya karena sepi pembeli. Ditambah lagi, perilaku masya rakat yang senang berbelanja online membuat pasar juga bertambah sepi.

Ditambah lagi, saat ini di Pare ada sejumlah toko besar yang menjual dengan harga pas. “Kalau ke pasar mereka takut keblondrok (tertipu harga mahal, Red),” beber Wulan. Yang membuat pedagang semakin gundah, bulan puasa yang biasanya diikuti kenaikan omzet, tahun ini tetap sepi.

“Masih ramai tahun lalu,” imbuh Wulan sembari menyebut tahun lalu omzet sehari bisa mencapai Rp 3-5 juta. Sedangkan tahun ini bisa mendapat Rp 500 ribu per hari sudah luar biasa.

Sementara itu, tak hanya pedagang di Pasar Pamenang saja yang mengeluhkan sepi pembeli. Hal serupa juga terjadi di Pasar Setonobetek lantai 2. Sejumlah pedagang di sana yang rencananya direlokasi ke bawah awal Maret lalu harus bersabar lagi karena pemindahan ke los di lantai 1 itu ditunda.

Pengelola beralasan pemindahan ditunda karena los yang baru belum siap. Koordinator Pasar Setonobetek Shaenudin mengungkapkan, pemindahan pedagang ke lantai 1 ditunda karena bangunan belum selesai seratus persen. Hingga kemarin pintu yang terpasang baru di los bagian gerabah. “Itu pun masih perlu pembenahan kembali karena ada beberapa yang belum sempurna,” kata Shaenudin sembari menyebut untuk los baju rombeng (baju bekas) belum dipasang pintu. Untuk los yang sudah terpasang pintu juga diperlukan pembenahan ulang.

Shaenudin menargetkan pemindahan pedagang bisa dilakukan setelah lebaran nanti. Pengelola menurut Shaenudin juga harus menyesuaikan permintaan pedagang yang terhitung banyak. Di antaranya, ada yang meminta agar jalan di depan los diberi penutup atau semacam atap. Tetapi hal tersebut menurut Shaenudin tidak memungkinkan karena akan menghambat lalu lintas kendaraan yang lewat.

Sementara itu, molornya relokasi pedagang di lantai 2 Pas ar Setonobetek membuat pedagang kerepotan. Sebab, ada yang telanjur memesan jasa untuk memindahkan barang ke tempat yang baru.“Awal-awal (saat diperintahkan untuk turun) digawe gupuh (bingung, Red), kadung nyuruh orang untuk memindah barang, wis mulai diturunin (ke gudang di bawah, Red), ternyata nggak jadi. Kulak ane malih diunggahne eneh (barang dinaikkan kembali, Red),” keluh Dini, salah satu pedagang gerabah di Pasar Setonobetek lantai dua.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #berita viral #beria terkini #berita hari ini