“Pasar mangga di Banyakan nanti kena (proyek tol, Red),” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.
Karena pasar ini sudah jadi ikon di wilayah barat sungai, Tutik akan menyiapkan tempat baru. Mulai tahun depan, disdag mengkaji tempat relokasinya. Proses pemindahan harus melalui kajian. Termasuk analisis dampak lingkungan dan lalu lintasnya.
“Pembangunan pasar baru tidak bisa dalam waktu singkat. Butuh proses dan tahapan panjang,” kata perempuan yang jabatan definitifnya adalah kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan ini.
Jika lokasinya bukan milik pemkab, menurutnya, perlu ada pembebasan lahan lagi. Ini membutuhkan waktu lama. Untuk saat ini, langkah paling awal yang bisa dilakukan adalah relokasi tempat sementara para pedagang.
“Untuk tahapan tersebut, kami juga harus menyediakan anggaran sewa tempat,” ungkap Tutik. Relokasi tempat sementara untuk pedagang buah itu bisa berlangsung dalam waktu dua tahun. Sebab itulah, Tutik dan timnya akan mengkaji awal lokasi pasar mangga di Banyakan.
Karena pasar ini terdampak tol, Tutik berharap, kelak ada spot untuk rest area yang bisa menyajikan hasil usaha mikro dan buah mangga hasil pertanian khas Kediri. “Inginnya seperti itu, karena produk UMKM kita banyak sekali,” bebernya. Rest area itu bisa pula dimanfaatkan untuk buah mangga.
Sementara itu, Alex, 47, pedagang di pasar buah mangga Banyakan, mengaku, belum mendapat kabar terkait pembangunan tol. “Saya hanya lihat ada pengukuran yang masuk pasar. Kalau pemberitahuan tempat ini akan dibangun jalan tol belum ada,” ucap pria asli Maron, Banyakan itu. Editor : Anwar Bahar Basalamah