Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pedagang Kambing Kurban Mulai Marak di Jalan Nganjuk-Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 6 Juli 2022 | 18:26 WIB
PEDAGANG KAMBING DADAKAN: Saniran menjual kambing di tepi jalan raya kemarin. Harga kambing stabil. (Foto: Andhika Attar)
PEDAGANG KAMBING DADAKAN: Saniran menjual kambing di tepi jalan raya kemarin. Harga kambing stabil. (Foto: Andhika Attar)
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pedagang kambing mulai marak ditemukan di tepi jalan. Hal itu terlihat di Jalan Nganjuk-Kediri, tepatnya di Desa Patihan, Loceret. Setidaknya, ada lima lapak kambing kurban yang berada di sepanjang jalan tersebut.
“Setiap tahun menjelang Idul Adha pasti jualan di sini,” ujar Saniran, 60, salah seorang pedagang kambing kurban saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.
Menurut Saniran, berjualan kambing kurban telah berlangsung bertahun-tahun di sana. Terlebih, jalur tersebut ramai dilewati pengguna jalan. Belum lagi, kawasan tersebut memang telah terkenal di kalangan calon pembelinya.
Hanya saja, Saniran mengaku bahwa penjualan kambing kurban pada tahun ini relatif lesu. Hal itu tidak lain lantaran isu penyakit mulut dan kuku (PMK) yang berembus menjelang Hari Raya Idul Adha. Bahkan, sejak H-14 tahun lalu sudah bisa menjual kambing sekitar 30 ekor. Namun kini berkurang sekitar separo.
“Ini paling baru belasan ekor saja yang terjual,” imbuh pria asli Patihan tersebut.
Saniran mengamini bahwa minat beli masyarakat relatif berkurang. Namun, dia masih optimistis dagangannya akan laris-manis saat mendekati hari H. Ia memprediksi bahwa beberapa pembeli lebih memilih untuk membeli di waktu-waktu terakhir.
“Mungkin baru cari pas dekat-dekat hari H. Semoga saja seperti itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saniran mengatakan, harga kambing kurban di masa PMK ini hampir sama dengan tahun lalu. Berbeda dengan penjualan sapi yang lebih lesu lagi. Hal ini lantaran lebih banyak sapi yang terjangkit PMK dibandingkan kambing.
“Sapi ini yang agak repot. Kalau kambing kan cenderung lebih aman. Di sini saya pastikan aman,” kata Saniran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Nganjuk Judi Ernanto mengatakan, dari tahun ke tahun banyak pedagang kambing yang menjual ternaknya di pinggir jalan setiap menjelang kurban.
Namun begitu, Judi tetap mengimbau masyarakat agar mengedepankan prinsip kesehatan ketika bertransaksi hewan ternak. “Harus dipastikan betul, kondisinya kambing harus sehat,” tandasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #nganjuk lagi #jual kambing #idul adha #penjual kambing #penyakit mulut dan kuku #berita terbaru #pmk #pedagang kambing #berita nganjuk #hari raya idul adha #jual sapi #sapi pmk #radar nganjuk #Qurban #hewan qurban #info nganjuk #Disperta Nganjuk #jawa pos radar nganjuk #kambing pmk #nganjuk