KOTA, JP Radar Kediri– Harga telur ayam sempat naik pada Maret lalu. Karena itu menjadi salah satu penyumbang inflasi Kota Kediri. Termasuk kelompok makanan, minuman dan tembakau di data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, harga telur naik 17,79 persen.
Hingga kemarin, telur dijual Rp 24 ribu per kilogram (kg). “Kenaikan harga karena meningkatnya permintaan,” terang Sri Widarti, 53, pedagang telur di Pasar Setonobetek, Kota Kediri.
Perempuan yang kerap dipanggil Wiwit ini mengatakan bahwa peningkatan permintaan sudah terasa dua minggu jelang Ramadan. Dalam satu hari, dia bisa menjual sekitar 100 kg. Namun, karena bertambahnya permintaan jadi 150 kg per hari. Bahkan banyaknya pembeli membuat toko tutup lebih awal. “Biasanya pulang sampai malam, ini sore sudah habis karena barang habis,” imbuhnya.
Setelah memasuki Ramadan permintaan kembali turun. Dalam satu hari Wiwit kembali menjual 100 kg. Turunnya permintaan ini juga berpengaruh dengan harga telur. Saat ini dijual Rp 23 ribu per kg. (ara/ndr)
Editor : adi nugroho