Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polisi Tertibkan Konsumen Berebut Migor di Mojoroto

adi nugroho • Selasa, 8 Maret 2022 | 17:32 WIB
polisi-tertibkan-konsumen-berebut-migor-di-mojoroto
polisi-tertibkan-konsumen-berebut-migor-di-mojoroto



KOTA, JP Radar Kediri– Kelangkaan minyak goreng (migor) masih terjadi di Kota Kediri. Konsumen pun berebut bila ada toko menjual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter. Seperti di minimarket Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto sekitar pukul 11.00 kemarin.


Toko itu diserbu pembeli. Mereka berebut mengantre demi mendapatkan migor. Bahkan berkerumun hingga ke jalan raya. Akibatnya, kondisi ini memantik perhatian aparat kepolisian.


Menurut Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Iptu Henry Mudi Yuwono, kerumunan massa itu bisa diurai setelah petugas dari Polsek Mojoroto dan Satlantas Polres Kediri Kota mendatangi TKP. Sementara produk migor yang dijual di minimarket itu pun ludes.


Barang habis dalam waktu kurang dari satu jam. “Memang sempat ramai. Ya, tidak lama langsung habis,” ujarnya. Penyebab pembeli membeludak karena migor ditawarkan sesuai dengan HET.


Namun lantaran jumlah yang dijual terbatas, banyak warga yang kecele ketika datang ke lokasi. Rina, 44, warga Ngampel, yang datang ke toko tersebut sudah tidak lagi kebagian migor sesuai HET.


“Sudah ada tulisan di depan pintu minyak habis, ya sudah pulang saja,” katanya. Rina sempat mengeluh kesulitan membeli migor. Jika pun ada, menurutnya, harganya tinggi melebihi HET. Mencapai Rp 18 ribu per liter.


Terkait kelangkaan itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri terus melakukan upaya intervensi pasar. Baru-baru ini, ada tiga pasar tradisional yang menjadi sasaran. Yakni Pasar Bandar, Pasar Pahing, dan Pasar Mrican.


Namun tidak seperti sebelumnya, kali ini sasaran bukan lagi konsumen. Melainkan para pedagang. Menurut Kepala Disperdagin Kota Tanto Wijoharti, dari tiga pasar sudah ada dua ribu liter yang dijual ke pedagang.


“Setiap lokasi jumlah yang didistribusikan berbeda. Tergantung jumlah pedagangnya,” ungkap dia.


Para pedagang yang membeli migor itu pun dibatasi. Satu orang hanya bisa mendapat satu karton. Isi migor satu karton sebanyak 12 liter. Saat penjualan ke pedagang, harganya hanya Rp 13 ribu. Harapannya, mereka bisa kembali menjual sesuai HET, Rp 14 ribu per liter. “Intervensi pasar ini akan terus dilakukan,” imbuh Tanto.(rq/ndr)


 


 

Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #kediri #disperdagin #info kediri #kecamatan mojoroto #info terkini #migor #berita kediri #kota kediri